Tidak Sekedar Pembungkus Nasi! Tak Disangka Daun Pisang Miliki 15 Manfaat Bagi Kesehatan

Tidak Sekedar Pembungkus Nasi! Tak Disangka Daun Pisang Miliki 15 Manfaat Bagi Kesehatan

Tidak Sekedar Pembungkus Nasi!  Tak Disangka Daun Pisang Miliki 15 Manfaat Bagi Kesehatan
pos kupang.com, tenis jenahas
tanaman pisang

Bahkan jika tidak memiliki penyakit seperti itu, dapat minum rebusan daun pisang atau teh minimal sekali sehari untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak dapat tertular penyakit dengan mudah.

5. Pengobatan Disentri

Allantoin dan polifenol dalam daun pisang kering dapat mengurangi perdarahan usus pada disentri.

Minum ramuan minimal sehari sekali untuk menghentikan pendarahan.

Efek astringen juga mengurangi nyeri lambung akibat aktivitas hiperperistaltik usus.

Daun pisang tidak mengganggu obat yang diresepkan, jadi pada disentri berat dapat mengonsumsi obat dan teh daun pisang bersama-sama.

6. Menyembuhkan Luka dan Iritasi Kulit

Daun pisang segar digunakan secara tradisional untuk menyembuhkan luka dan iritasi.

Hancurkan beberapa daun pisang dengan blender, lalu letakkan di area yang luka atau iritasi.

Ikat dengan perban untuk mencegahnya lepas.

Ganti daun dan perban 2-3 kali sehari.

7. Menjaga Rambut Sehat

Ekstrak daun pisang dapat menyembuhkan ketombe, menjaga kesehatan kulit kepala, dan menjaga warna rambut alami, berkat efek allantoin dan astringen yang tinggi.

Jika sering mengalami kulit kepala gatal dan sakit, masker rambut daun pisang ini terbukti sangat efektif.

Bisa dengan mengambil daun pisang segar, lalu hancurkan dengan blender.

Oleskan sebagai masker rambut di kulit kepala dan rambut, diamkan selama 10-15 menit, lalu bilas dengan air dingin.

Menggunakan masker rambut ini secara teratur juga akan membuat rambut terlihat berkilau dan lebih indah.

8. Menjaga Kulit Sehat

Salah satu manfaat kesehatan daun pisang adalah untuk mempromosikan kulit yang sehat.

Masker daun pisang telah digunakan di spa tradisional selama beberapa generasi untuk menjaga kesehatan kulit.

Daun segar dihaluskan dengan blender, kemudian dioleskan ke wajah atau di seluruh tubuh.

Allantoin dan antioksidan membantu mencegah tanda penuaan dini pada kulit (seperti keriput dan bintik hitam), menyembuhkan iritasi kulit, mengurangi jerawat dan jerawat, dan menjaga kulit tetap lembab dan lembut.

9. Mengurangi Selulit dan Berat Badan

Spa tradisional juga menggunakan daun pisang sebagai program penurunan berat badan tradisional.

Ada 2 cara dalam menggunakan daun pisang: pertama, daun segar tumbuk digunakan sebagai masker tubuh untuk mengurangi selulit dan menjaga kulit tetap sehat.

Yang kedua, seluruh daun pisang dikukus dan kemudian dibungkus pada area yang diinginkan (biasanya perut, paha atas dan lengan atas) selama 1-2 jam.

Setelah perawatan selesai, secangkir teh yang terbuat dari daun pisang dan jahe diminum.

Perawatan ini populer di Istana Sultan di Yogyakarta dan Istana Raja di Bali, untuk menjaga keindahan ratu, putri, dan selir.

Tetapi sekarang dapat ditemukan perawatan tradisional ini di spa Bali.

10. Pembungkus Makanan

Makanan tradisional Asia Tenggara, seperti makanan Vietnam, Thailand dan Indonesia sering menggunakan daun pisang untuk membungkus kue, ayam dan ikan.

Daun pisang memberikan aroma menyenangkan yang dapat meningkatkan nafsu makan.

Makanan yang dibungkus daun pisang hijau juga terlihat indah.

Nasi atau makanan lain yang dibungkus dengan daun pisang untuk dibawa pulang juga akan bertahan lebih lama.

Daun pisang mungkin memiliki beberapa efek antimikroba yang dapat membunuh kuman yang menyebabkan makanan membusuk.

Misalnya, nasi timbel Sunda (beras yang dibungkus daun pisang) dapat bertahan selama 24 jam tanpa busuk, dan sering disiapkan untuk piknik dan perjalanan.

Daun pisang juga digunakan untuk membungkus buah-buahan dalam keranjang besar saat mengangkut buah-buahan ke pasar lokal.

Daun pisang membuat buah bertahan lebih lama dan mempertahankan warna dan kekencangannya.

Budaya di Asia Tenggara, daun pisang sering digunakan sebagai hiasan untuk persembahan makanan di kuil.

Seperti di Thailand dan Bali banyak tempat di upacara besar seperti pernikahan yang menjadikan daun pisang sebagai hiasan.

Dikutip dari 10daily.com.au, daun pisang digunakan sebagai pembungkus sayuran di supermarket di Thailand.

11. Kerajinan tangan

Banyak pengrajin menggunakan daun pisang kering.

Biasanya, daun pisang kering dianyam dan dibuat menjadi tas, ikat pinggang, dan gelang.

Daun pisang kering dipandang sebagai limbah di negara-negara tropis, tetapi para pengrajin dapat mengubahnya menjadi barang-barang artistik yang indah, yang harganya sangat mahal.

Beberapa desainer saat ini mencari daun pisang untuk membuat mode atau produk baru sebagai program mengurangi limbah.

Cara membuat ramuan dari daun pisang:

1. Keringkan daun pisang segar di bawah sinar matahari, atau mengambil daun pisang kering langsung dari pohon.

Bila mengeringkannya sendiri, ambil beberapa daun pisang segar, bersihkan di bawah air mengalir, kemudian keringkan di bawah matahari sampai coklat, dan kering.

2. Kemudian cuci daun kering.

3. Ambil segenggam daun kering ke dalam panci, tambahkan 3-4 gelas air, dan rebus sampai air tinggal tersisa satu gelas.

4. Biarkan sampai hangat, saring, lalu minum.

5. Bisa tambahkan madu untuk menambah rasanya.

6. Minum ramuan daun pisang minimal sehari sekali untuk mempercepat proses penyembuhan.

Warga Praihambuli Sumba Timur Jalan Kaki 8 KM Untuk Peroleh Air Bersih

Jimmi Sianto Berang Tidak Semua Guru Honor Terima Insentif

Turut Ramaikan Aplikasi FaceApp, BCL Menolak Tua, Ini Yang Dilakukannya

Daun pisang tidak memiliki efek toksik dan tidak memiliki efek samping.

Jika memiliki hobi artistik atau kerajinan tangan dapat memulai belajar cara mengolah daun pisang dan bisa menjadi peluang bisnis baru. (*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com dengan judul 15 Manfaat Daun Pisang untuk Kesehatan, Trik Kecantikan dan Cara Membuat Minuman Tradisional, https://palu.tribunnews.com/2019/07/19/15-manfaat-daun-pisang-untuk-kesehatan-trik-kecantikan-dan-cara-membuat-minuman-tradisional?page=all.

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved