Stok VAR di Dinkes Nagekeo 52 Vial

Stok Vaksin Anti Rabies (VAR) di Dinas Kesehatan Nagekeo sampai Rabu 17 Juli 2019 sisa 52 Vial.

Stok VAR di Dinkes Nagekeo 52 Vial
Foto Dokumen BBPP Kupang
Vaksinasi ayam KUB dan Sensi hari ke-7

Ia menjelaskan berbicara mengenai kasus rabies tidak bisa hanya berhubungan dengan dinas kesehatan saja tapi hulunya ada di dinas Peternakan.

"Dinkes hanya melayani manusia yang sudah tergigit.
Lintas sektor harus kuat. Di masyarakat kita mensosialisasikan tentang penanangan setelah tergigit," jelasnya.

Ia mengatakan tahun 2018 kita sudah pernah melakukan pertemuan tentang sosialisasi tatalaksana GHPR.

"Peserta yang hadir waktu itu, dinas peternakan, semua camat dan kepala Puskesmas. Namun setelah pertemuan itu tidak ada tindak lanjut. Tidak ada satu pun yang respon. Tunggu kalau sudah ada kasus kematian barulah tergopoh-gopoh turun lapangan. Intinya kerja sama belum dijalankan secara baik," paparnya.

Ia menyebutkan data yang ada di Dinkes tentang Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) tahun 2018
yaitu Kasus gigitan sebanyak 2002 kasus. Meninggal 4 orang (di Boawae, Keo Tengah, Aesesa ada dua kasus).

"Orang dengan diagnosa rabies berujung dengan kematian jadi tidak ada yang sembuh kalau sudah positif rabies," ujarnya.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved