Sengketa Tanah Undana, Pengadilan Tinggi Tolak Eksepsi, Undana Wajib Bayar 127,5 M ke Ahli Waris

pihaknya melakukan upaya banding terkait dengan waktu putusan itu soal besaran ganti ruginya karena putusan PN saat itu tidak sesuai dengan permintaan

Sengketa Tanah Undana, Pengadilan Tinggi Tolak Eksepsi, Undana Wajib Bayar 127,5 M ke Ahli Waris
POS KUPANG/RYAN NONG
Kuasa hukum penggugat, Billdad Torino M Thonak SH menunjukan salinan putusan PT terkait kasus sengketa tanah Undana, Kamis (18/7/2019). 

 
Sengketa Tanah Undana, Pengadilan Tinggi Tolak Eksepsi, Undana Wajib Bayar 127,5 M ke Ahli Waris

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai pihak penggugat harus membayar tambahan ganti rugi atas tanah sengketa yang dikuasainya seluas 85 ha yang kini di atasnya dibangun kampus di Kelurahan Penfui, Oesapa dan Lasiana Kota Kupang usai upaya banding mereka tidak dikabulkan PT Kupang.

Tambahan biaya ganti rugi tersebut tertuang dalam putusan Pengadilan Tinggi (PK) Kupang dengan nomor 61/pdt/2019/PT. KPG tertanggal 3 Juli 2019 tentang banding yang dilakukan oleh para pihak terkait putusan Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang tertanggal 28 Agustus 2018.

Dalam salinan putusan nomor 167/Pdt.G/2017/PN Kpg yang diterima oleh kuasa hukum tergugat pada Rabu (17/7/2019), disebutkan bahwa PT Kupang menolak eksepsi yang diajukan oleh pihak pemggugat dalam hal ini Pihak Undana cs. Putusan tersebut juga menyatakan bahwa tanah sengketa tersebut bukan tanah milik negara tetapi merupakan tanah adat milik penggugat, atas nama Oktovianus Naimanu dan Vredy Wilman Markus Kollo.

Selain itu, putusan tersebut menguatkan putusan PN Kupang yang memenangkan pihak ahli waris dengan menambah nilai ganti rugi yang harus dibayarkan pihak Undana kepada para ahli waris atau tergugat dari 85M menjadi 127,5 M.

Kuasa hukum tergugat, Bildad Torino M. Thonak, S.H bersama Wilem Erens Kausa SH, menyambut baik putusan tersebut. Ia menilai bahwa putusan tersebut telah memenuhi unsur keadilan dan objektif.

"Putusan sudah sangat objektif, hakim sudah sangat baik mempertimbangkan berbagai alat bukti, dan kami juga bersyukur pada prinsipnya berterima kasih karena apa yang kami perjuangkan selama 40 tahun hari ini diapresiasi oleh pengadilan tinggi melalui putusan nomor 61/pdt.g/2019," ujarnya.

Keputusan tanah obyek sengketa Universitas Nusa Cendana yang telah diperkarakan sebelumnya dengan nomor perkara 167/Pdt.G/2017/PN Kpg di Pengadilan Kupang itu telah dilakukan banding oleh para tergugat, para penggugat intervensi dan pihak ahli waris sebagai penggugat.

Bildad menjelaskan, pihaknya melakukan upaya banding terkait dengan waktu putusan itu soal besaran ganti ruginya karena putusan PN saat itu tidak sesuai dengan permintaan pihaknya sebagai penggugat.

"Puji Tuhan setelah diputuskan di PT permohonan banding kami dikabulkan dan ganti ruginya dinaikan dari dulunya sekitar 85 M menjadi 127,5 M atau ada penambahan sekitar 40,5 M," tambahnya.

Pihaknya juga sedang merencanakan adanya kemungkinan melakukan kasasi terkait putusan tersebut.

"Kami lagi pikirkan dan kemungkinan kami juga akan mengajukan kasasi karena kami pikirkan biaya ganti ruginya ini belum maksimal dan sesuai dengan alat bukti dan fakta persidangan," tambah Bildad.

Lanjutnya, pada saat putusan Pengadilan Negeri Kupang, Menristek Dikti, Undana, Mentri Keuangan, BPN Provinsi NTT, Gubernur NTT, Walikota Kupang, BPN Kota Kupang, Lurah Lasiana, Lurah Oesapa dan para Penggugat Intervensi 2 yakni Army Konay dan Ferdinand Konay serta Penggugat Intervensi 1 yakni Polce Bislissin tidak menerima putusan Pengadilan Negeri yang memenangkan para penggugat  dan mengajukan upaya banding Ke Pengadilan Tinggi Kupang, namun upaya hukum banding tersebut ditolak oleh majelis Tinggi di PT Kupang.

Nelayan Flores Timur Ditemukan selamat Oleh Kapal Beras

Warga Mengeruda di Ngada Dicakar Kucing, Begini Kondisinya!

Ketua PAC PDIP Kota Waingapu Protes Keputusan DPP Angkat Umbu Nggiku Jadi Ketua DPC PDIP

"Saya ingin menambahkan bahwa putusan ini telah nyata bahwa Undana di dirikan di atas tanah milik para penggugat," ungkap Billdad. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved