Rabies Ditakut di Kabupaten Sikka, Warga Waigete Pelihara Anjing dan Kucing?

Ketakutan digigit anjing selalu menghantui setiap saat. Anjing peliharaan di rumah bisa saja mendatangkan malapetaka bagi tuannya.

Rabies  Ditakut di Kabupaten Sikka,   Warga Waigete Pelihara  Anjing dan Kucing?
POS-KUPANG.COM/EGINIUS  MO’A
Petugas  kesehatan  hewan  melakukan  vaksinasi  anjing  di  Desa  Egon,  Kecamatan  Waigete,  31 Km arah   timur Kota Maumere, Pulau  Flores, Kamis   (18/7/2019). 

 Rabies  Ditakut di Kabupaten Sikka,   Warga Waigete Pelihara  Anjing dan Kucing?

POS-KUPANG.COM|MAUMERE-- Kematian dua orang warga Kecamatan Waigete,  31 Km arah   timur  Kota Maumere, Pulau  Flores,  digigit  anjing  rabies beberapa  bulan  silam masih meninggalkan trauma dan  perasaan  takut  bagi warga setempat.

Ketakutan  digigit  anjing selalu  menghantui  setiap  saat.  Anjing peliharaan di  rumah  bisa saja  mendatangkan malapetaka  bagi tuannya.

Kasus  kematian warga  digigit  anjing rabies   tak menyurutkan warga  melenyapkan anjing  dan  kucing  dari  kediaman. Kehadiran  anjing dan kucing di  rumah saling  melengkapi.

Ketua  RT 15  Desa  Egon,  Kecamatan  Waigete,   Yosefina  Eligia Krowe,  menuturkan  anjing dipelihara  untuk menjaga  rumah, sedangkan kucing menjaga  tikus agar tidak  memakan  padi  disimpan  di  dalam  rumah.

“Kami  di sini  rata-rata  tanam  padi  di sawah dan ladang.  Kalau   tidak  ada kucing, nanti  tikus makan  padi  yang kami panen.  Kami  harus pelihara,”  ujar  Yosefina  kepada  POS-KUPANG.COM,  Kamis siang.

Yosefina,aktif mengantar petugas  kesehatan   hewan mendatangi  rumah penduduk yang memilik  ternak  anjjing dan kucing divaksin rabies, Kamis  siang.

“Semua warga  mau  serahkan  anjing dan kucing divaksin, biar  rumah  tangga  mereka  aman. Saya  sudah  jalan  dari rumah ke  rumah  beritahu  warga  sebelum   dilakukan  vaksinasi. Kami  semua sepakat  anjing dan  kucing divaksin,” ujar  Yuliana.

Vaksinasi   darurat  akan berlangsung 14  hari  mendatang menyasar  25   ribu populasi  anjing   menyebar  pada sembilan kecamatan  ditemukan  spesimen positif  rabies. Saat  ini    terdapat  23  spesimen  positif  rabies dan  dua korban  meninggal dunia, Sikka ditetapkan  dalam status  Kejadian Luar Biasa  (KLB) Rabies, sejak  Selasa (16/7/2019).

Di   hari  pertama  vaksinasi,  45 petugas  kesehatan   dari  Dinas Pertanian  Kabupaten  Sikka  disebar  ke enam  desa di Waigete.  Kepala  Dinas Pertanian,Ir.Hengky  Sali, dan Kabid  Kesehatan Hewan, drh.Maria  Margaretha  Siko, hadir langsung di  Waigete. (Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Eginius Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved