Kisah Korban Gigitan Rabies di Sikka-NTT, Dikira  Kena Racun Berobat  ke Dukun

Suasana duka masih tampak di kediaman Stanislaus Jado (52), Kamis (18/7/2019) siang di Kampung Wairbaba, Dusun Luwa, RT 17/Rw 8, Desa

Kisah Korban Gigitan Rabies di Sikka-NTT, Dikira  Kena Racun Berobat  ke Dukun
POS-KUPANG.COM/EGINIUS  MO’A
Maria Astri, dan  Stanislaus  Jado, kakak kandung dan ayah  Rikardus  Laka, Kamis    (18/7/2019)  di  kediaman Kampung Wairbaba, Desa  Hoder, Kecamatan  Waigete, Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores. 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE----Suasana duka  masih  tampak di  kediaman Stanislaus Jado  (52), Kamis  (18/7/2019) siang di   Kampung  Wairbaba, Dusun Luwa,  RT 17/Rw 8,  Desa  Hoder, Kecamatan Waigete,  20-an  Km arah  timur  Kota Maumere,  Pulau   Flores.

Di  halaman  depan  rumah sederhana ada  kuburan semen  masih  tampak  baru diapit dua kuburan  di sisi  kiri dan kanan.  

Hari Kamis,  30  Mei  2019  malam di  UGD  RSUD  dr.T.C.Hillers Maumere,  Rikardus  Laka (29),  anak bungsu Stanislaus    pergi  selama-lamanya setelah pihak  medis  memvonisnya  menderita   virus  rabies.

Seketika  itu kepergian   Riki, sapaan  Rikardus  Laka,  terkena  rabis mengemparkan  seluruh  warga Desa  Hoder. Ketakutan  menghantui  seluruh warga,  semua  anjing peliharaan  menjadi musuh  dalam selimut.

Maria Astri, kakak  kandung Riki, menuturkan,  Riki tahu  digigit rabies  ketika  mereka berangkat ke Kampung Diller di Kecamatan Koting. Saat itu  Riki mengalami  demam, panas dingin  dan kejang-kejang.

Di  Lembata-NTT, Penis Bayi  Digigit Anjing, Begini Kondisi Penisnya

“Kami  duga  dia  kena  racun,   bawa  ke  dukun yang bisa sembuhkan racun, sebab  malamnya  ia   ikut pesta  di kampung. Mungkin ada orang sengaja  taruh racun di makan  dan minuman,” ujar  Astri.

Obat penawar  racun diberikan   dukun  tidak  mempan. Kata dukun, racun  apa saja  bisa tawar jika menggunakan ramuanya.

Kondisi  tak  membaik,  Riki  makin sulit minum air, tenggorokan serasa kering tak bisa menelan  ludah.   Dukun   minta Riki mengingat-ingat kembali,mungkin pernah digigit anjing.

“Riki  baru  sadar digigit anjing  tanggal  28  April 2019 ketika  dia   datang ke  rumah keluarga  Martinus  Mo’a,  dan Paulina Poin di  Likot, Desa  Hoder. Luka pada tiga  ujung jari  kaki  kanan,” kata   Astri.

Pengakuan  Riki digigit  anjing  mengejutkan sekeluarga  yang tak pernah diberitahu sebelumnya.  Saat itu menutup luka  dengan  plester  luka hingga  sembuh ketika  virus   rabies menyerang saraf.

Halaman
12
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved