Isu Difabel Jadi Perhatian Lembaga Strategis di Desa Tengku Lese, Manggarai

Disabilitas menjadi salah satu isu prioritas dari program pembangunan perdesaan dari Yayasan Ayo Indonesia

Isu Difabel Jadi Perhatian Lembaga Strategis di Desa Tengku Lese, Manggarai
POS-KUPANG.COM/ Euginius Moa
Kaum difabel di Panti Asuhan Adimister Duli Onan di Dusun Watobelen Flores Timur mengadu ke Bawaslu Flotim 

Isu Difabel Jadi Perhatian Lembaga Strategis di Desa Tengku Lese, Manggarai

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | RUTENG- Koordinator Program disabilitas dan 2 staf lapangan dari Yayasan Ayo Indonesia Rabu (17/7/2019) melakukan kunjungan ke Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai untuk melihat kemajuan program yang berkaitan dengan pemberdayaan keluarga penyandang disabilitas, bantuan nutrisi dan kegiatan advokasi guna mendorong keterlibatan pemerintah desa dan posyandu agar ikut memberi perhatian kepada para penyandang disabilitas di desa ini.

Disabilitas menjadi salah satu isu prioritas dari program pembangunan perdesaan dari Yayasan Ayo Indonesia sebab jumlah penyandang cacat di Manggarai cukup banyak.

Penyandang disabilitas di Desa Tengku Lese sendiri sebanyak 28 orang.

Sebagai warga negara semestinya mereka mendapatkan pemenuhan hak- hak ekonomi dan sosial dari pemerintah.

Yayasan Ayo Indonesia mulai mempromosikan isu ini pada tahun 2016 di Desa Tengku Lese melalui kegiatan-kegiatan antara lain membantu pembangunan WC sehat, melatih orang tua tentang terapi, menyediakan kursi roda, walker, sepatu yang aman untuk penyandang disabilitas, mengirim 1 orang penyandang disabilitas ke bengkel kerja di Santu Damian Cancar untuk belajar keterampilan selama 5 bulan, bantuan ternak, menyediakan susu formula, memperbaiki lantai rumah, dan membangun kerjasama dengan pemerintah desa, BPD, Paroki, Tokoh Masyarakat dan Posyandu.

Komunitas Difabel Paroki St.Thomas Morus Maumere Terbentuk. Ini Pesan Uskup

“Salah satu hasil nyata dan menarik dari upaya kami dalam memberdayakan anak difabel adalah ada seorang anak, namanya Aris Jamanadas di Bobong, penderita Cerebral Palsy telah menekuni usaha pembuatan rosario dan dia berhasil menjual lebih dari 100 buah rosario. Pengalaman inilah yang membuat Aris lebih percaya diri dalam bersosialisasi dengan orang lain. Ayo Indonesia membiayai Aris untuk mengikuti pelatihan keterampilan selama 5 bulan di Bengkel Kerja Santu Damian Cancar,” ungkap Yohanes Nerdi,
Koordinator Program Disabilitas di Yayasan Ayo Indonesia kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Kamis (18/7/2019) siang.

Ia menjelaskan, kerjasama dengan pihak-pihak terkait di Desa Tengku Lese bertujuan untuk menyebarluaskan pemahaman tentang disabilitas khususnya menyangkut hak-hak mereka sebagai warga negara, mengindentifikasi jenis bantuan yang akan disediakan dan melakukan pendataan penyandang disabilitas.

Sejauh ini, pihak-pihak di Desa Tengku Lese telah menunjukkan komitmennya terhadap Para Penyandang disabilitas dan keluarganya.

KPU Flotim Akui Difabel dan Orang Sakit Tak Dilayani Coblos  

Halaman
123
Penulis: Aris Ninu
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved