12 RS di NTT Turun Kelas, Ini Dampaknya Bagi Pasien di NTT

Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT mengatakan, 12 rumah sakit (RS) di Provinsi NTT mengalami yang penurunan kelas sangat berdampak pada pasien

12 RS di NTT Turun Kelas, Ini Dampaknya Bagi Pasien di NTT
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton. 

12 RS di NTT Turun Kelas, Ini Dampaknya Bagi Pasien di NTT

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, SH mengatakan, 12 rumah sakit (RS) di Provinsi NTT mengalami penurunan kelas sangat berdampak pelayanan kesehatan bagi pasien.

Dihubungi POS-KUPANG.COM pada Kamis (18/7/2019) sore, Darius menjelaskan, dampak signifikan yakni RS rujukan bagi pasien dari daerah semakin berkurang.

Hal ini, lanjut Darius, akan mengakibatkan pasien membludak di RS rujukan kelas B di Kota Kupang

"Misalnya RS kelas B di Provinsi NTT hanya tinggal RS Siloam saja karena RSUD WZ Johannes Kupang dari kelas B turun ke kelas C. Maka dengan mekanisme rujukan berjenjang yg diterapkan BPJS saat ini, pasien RS kelas B akan membludak karena tinggal satu RS saja," jelasnya.

Darius menambahkan, kabupaten di Provinsi NTT yang memiliki RS tipe D harus dirujuk terlebih dahulu ke kabupaten lain yang memiliki RS tipe C. Setelah itu, jika tak tertangani maka akan dirujuk ke RS tipe B yang berada di Kota Kupang.

Selain itu, untuk RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang jika dalam 28 hari ke depan tidak ada keberatan dan menunjukkan bukti-bukti layak menjadi RS Tipe B maka akan turun jadi Tipe C.

Hal ini berdampak pada tidak adanya pelayanan pada Unit Onkologi (tumor), Kemoterapi, Unit Hemodialisa (cuci darah) dan tidak bisa menjadi RS Pendidikan bagi Undana Kupang.

12 Rumah Sakit (RS) di NTT Turun Kelas

Darius menjelaskan, kelas atau tipe RS menggambarkan kelengkapan sarana prasarana serta jumlah dan kualifikasi dokter. Semakin tinggi kelas RS maka semakin lengkap pula kelengkapan RS itu.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved