VIDEO: Ratu Azia Borromeu Menangis dan Bertanya Mana Pak Presiden?

VIDEO: Ratu Azia Borromeu Menangis Sedih dan Bertanya Mana Pak Presiden? Kejadian ini saat mereka mengengan Hari Integrasi, 17 Juli 2019.

VIDEO: Ratu Azia Borromeu Menangis dan Bertanya di Mana Pak Presiden?

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA -- VIDEO: Ratu Azia Borromeu Menangis dan Bertanya di Mana Pak Presiden?

Ratu Azia Borromeu, anak dari Raja Alexandrino Borromeu, Tokoh Apodeti Penandatanganan Petisi Balibo, menangis sesenggukan saat memperingati Hari Integrasi ke-44, Timor Timur masuk Indonesia tanggal 17 Juli 2019. 

Ratu Azia Borromeu merasa sedih, lantaran saat ini kondisi hidup mereka sangat memrihatinkan di tanah pengungsi, setelah mereka masuk NKRI 20 tahun yang lalu. 

VIDEO: KPK Gelar Workshop Regulasi Pendidikan Anti Korupsi

VIDEO: Anggota Satgas Yonmeks 741/GN Perbaiki Kapal Nelayan di Perbatasan

VIDEO: Begini Aksi Warga di Depan Gedung DPRD Manggarai Barat Menolak Penutupan Pulau Komodo

"Anak proklamator harus menangis di dalam NKRI. Lihatlah kami. Lihatlah kami. Dimana pak presiden, di mana orang-orang besar semua sehingga saya tinggal di hutan seperti ini," ungkap Ratu Azia sambil menangis. 

Katanya, tanggal 17 Juli merupakan hari bersejarah bagi warga eks Timor Timur, karena 17 Juli 1975 adalah Hari integrasi Timor-Timur masuk ke NKRI.

Selama 20 tahun sejak jajak pendapat tahun 1999, warga eks Timor Timur sangat sengsara karena kurang diperhatikan Pemerintah RI. Sampai saat ini tak ada kepastian tempat tinggal bagi mereka yang mengungsi. 

VIDEO: Pompa Barsha Dipasang di DAS Wae Wutu Mengeruda Soa. Apa Itu?

VIDEO: Begini Aksi Warga di Depan Gedung DPRD Manggarai Barat Menolak Penutupan Pulau Komodo

VIDEO: Warga Tolak Penutupan Pulau Komodo. Lho Kenapa?

Sampai saat ini, warga eks Timor Timur masih menempati tanah milik pemerintah. Selama pemerintah belum menggunakan tanah tersebut, warga bisa tinggal tetapi ketika pemerintah menggunakannya, maka warga pun akan diusir. Seperti itu yang terjadi saat ini. Kini, Ratu Azia terpaksa tinggal di tenda darurat di sebuah kebun. 

Sebagai ratu ia mengambil inisiatif lebih dahulu tinggal di hutan, sehingga rakyat lainnya tidak merasa takut. 

"Sebagai Ratu saya harus lindungi  mereka, rakyat saya. Saya tinggal di hutan dalam tenda darurat seperti ini. Nanti tenda ini akan menampung warga yang datang, karena kami sudah tidak ada tempat tinggal lagi," kata Ratu Azia.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved