KLB Rabies, 25 Ribu Ekor Anjing Divaksin

Pemkab Sikka melakukan vaksin besar-besaran terhadap anjing di Kabupaten Sikka. Tindakan ini diambil setelah daerah itu ditetapkan KLB Rabies

KLB   Rabies,  25  Ribu  Ekor Anjing Divaksin
ISTIMEWA
Petugas mengambil sampel darah anjing untuk pemeriksaan kekebalan tubuh terhadap rabies paska vaksinasi yang dilakukan oleh peneliti Charlotte Warembourg dari Veterinary Public Health Institute University Of Bern Swiss, bersama Dr.Edwaldus Wera, pada bulan Agustus 2018 di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

KLB   Rabies,  25  Ribu  Ekor Anjing Divaksin

POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Ditetapkan  Kejadian Luar Biasa   (KLB)  rabies di Kabupaten Sikka,  Pulau  Flores, Selasa  (16/7/2019),  sejumlah  25 ribu   ekor anjing  tersebar pada 10  kecamatan divaksinasi mulai  Kamis   (18/7/2019) berakhir 4 Agustus  2019  di  Kecamatan Koting. 

Perkiraan  populasi   anjing, kucing dan kera di  Sikka  mencapai  berkisar   55  ribu sampai  60  ekor.

Kepala Bidang Kesehatan  Hewan  Dinas Pertanian Sikka, drh.Maria Margaretha  Siko,M.Sc,    vaksinasi  hari pertama menyasar  desa-desa di  Kecamatan  Waigete  tertinggi  sembilan  kasus  positif  rabies dan dua  korban  gigitan meninggal  selama   Januari-Juli  2019. Sebanyak  45 petugas  kesehatan  hewan  diturunkan ke enam desa.  

“Di   wilayah ini ditemukan  sembilan   gigitan anjing positif rabies berdasarkan  pemeriksaan  laboratorium    balai  besar veteriner  Bali,” kata,Mertha, sapaan  Maria  Margaretha  Siko, kepada  POS-KUPANG.COM,  Rabu    (17/7/2019) petang.

Maria  menjelaskan, total kasus  gigitan sampai  17  Juli  2019 sebanyak 775 kasus.  Dari  45  spesimen yang dikirim ke laboratorium  veteriner  Bali ditemukan  23  gigitan  positif   rabies.

Sebaran  kasus  gigitan  positif  rabies meliputi    Kecamatan Doreng  (1), Bola  (1), Lela  (1),   Nita  (2), Koting  (3), Kangae  (3) dan  satu  kasus   di Kewapante. Desa-desa  ditemukan  gigitan  positif yakni   Desa  Runut, Egon, Pogon,  Hoder, Wairbleler, Nenbura, Kelurahan  Kota Baru,  Desa  Waiara, Watumilok,  Nita, Riit,  Koting A,  Koting  B, Koting C,dan   Desa  Lela.

BREAKING NEWS: Satu Lagi Nelayan Flores Timur Hilang Ketika Melaut

Dua Korban Mati Rabies di Sikka Tidak Disuntik VAR

“Kasus  positif  ke-23   gigitan anjing  berusia  empat  bulan  terjadi 5  Juli  2019 di    Desa Watumilok,”  kata   Metha. (laporang wartawan  pos-kupang.com, eginius  mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved