Cerita Siswa SMKN 1 Larantuka Lolos dari Kapal Tenggelam di Perairan Kangean, Jatim

usibah tenggelamnya kapal ikan Mina Rahayu, Jumat (5/7/2019) pukul 20.00 Wita, sekitar 10 Mil di Perairan Kangean, Madura, Jawa Timur (Jat

Cerita Siswa SMKN 1 Larantuka Lolos dari Kapal Tenggelam di Perairan Kangean, Jatim
istimewa
Foto: Yoseph  Barty Raimundus  Benekikus, siswa  SMKN  1 Larantuka,   hilang di Perairan Kangean, Madura, Jawa  Timur, Minggu (7/7/2019). 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA---Musibah tenggelamnya  kapal  ikan Mina Rahayu,  Jumat  (5/7/2019)  pukul 20.00  Wita, sekitar 10   Mil  di  Perairan Kangean, Madura, Jawa  Timur  (Jatim)  menyisahkan  kisah perjuangan  siswa SMKN  1 Larantuka, Flores   Timur, Pulau  Flores  yang  lolos  dari  tragedi  itu.

Sebastianus Dominggus Pulo Doren,  satu   dari empat siswa  yang  selamat  dari musibah   itu menjalani  praktek kerja  industri (Prakerin) di atas  kapal  ikan sejak  pertengahan  Juni 2019.   

Namun  rekan  mereka, Yoseph Barty Raimundus  Benekikus, hilang  sejak Minggu  (7/7/2019) sebelum   kapal dagang lewat di lokasi  kejadian.

BREAKING NEWS: Bunuh Diri ke-11 Terjadi Lagi di Sikka, Ini Kronologinya

Daftar Lengkap Nama Menteri Kabinet Jokowi Jilid II, Ada Grace hingga Yusril, Basuki Menteri PUPR 

 

Hari   Selasa   (16/9/2019)  pukul 21.00  Wita, Vino,  sapaan Sebastianus Dominggus Pulo Doren menjejakan kembali kaki  di  tanah  kelahiran Larantuka. Ia     pulang  dari Surabaya  mengikuti penerbangan  Surabaya-Labuan-Maumere,  bersama   pendoa  dan  ayahanda  Raimundus,  Herman Mendi Benekikus.  Mereka melanjutkan  perjalanan  darat Maumere-Larantuka  dengan mobil.

Kado istimewah dibawa  pulang   Herman. Sebuah   tas  digembok milik Raimundus berisi   tiga   helai   baju, dua  helai celana pendek, pakaian dalam, handuk, jam tangan, pisau cukur,  uang   Rp 413  ribu, headset, shampo  dan buku praktik.

Barang-barang ini titipan terakhir Raimundus kepada temanya  pada detik-detik tarakhir kapal Mina Rahayu menghilang dari permukaan laut.

Vino  menuturkan  perjuangan  melawan maut   dua hari  dua  malam di laut bersama 31 anak buah  kapal dan   delapan  siswa  Prakerin,  lima  dari Larantuka dan  dua   orang asal Yogyakarta.

“Kapten kapal  mengalami  stroke   ringan  diselamatkan  anak  buah   kapal  di atas gabus besar. Botol galon, tabung gas, gabus, pelampung, live jaket menjadi sarana penyelamat kami   saat itu. Sarimi mentah jadi bekal untuk makan siang dan malam,” Vino menguraikan perjuangan  mereka.  (laporan wartawan pos-kupang.com,  eginius mo’a)
 

Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved