BBPP Kupang Studi Banding Cara Penggunaan Mesin Tetas di BPTP NTT

BBPP) Kupang pada bulan juli ini melaksanakan tudy banding ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP ) Prov NTT, study banding ini mempelajari car

BBPP Kupang Studi Banding Cara Penggunaan Mesin Tetas di BPTP NTT
Foto BBPP Kupang
Kegiatan penetasan telur dengan menggunakan mesin tetas di BPTP NTT BBPP Kupang Study Banding Cara Penggunaan Mesin Tetas Di BPTP Ntt 

POS KUPANG.COM, KUPANG- Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang pada bulan juli ini melaksanakan tudy banding ke Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP ) Prov NTT, study banding ini mempelajari cara penetasan telur ayam KUB dengan menggunakan mesin tetas. Study banding melibatkan 1 orang staf instalasi ayam KUB dan 2 orang Dokter Hewan.

Ayam KUB sendiri merupakan singkatan dari Ayam Kampung Unggulan Balitnak. Ayam jenis ini merupakan strain baru yang paling unggul dalam varietas ayam kampung, yang merupakan hasil penelitian Balai Penelitian Ternak Kementerian Pertanian sejak tahun 2009 silam.

Saat ini ayam KUB cukup diminati masyarakat karena angka produksi telurnya yang lebih tinggi dibanding produksi telur ayam kampung biasa. Dalam satu tahun, produksi telur ayam KUB dapat mencapai 120-160 butir.

Daftar Lengkap Nama Menteri Kabinet Jokowi Jilid II, Ada Grace hingga Yusril, Basuki Menteri PUPR 

Namun ayam KUB memiliki kelemahan hanya memiliki sedikit sifat mengeram, ayam KUB hanya mengeram sebentar kemudian bertelur lagi. Oleh karena itu biasanya penetasan telur ayam KUB biasanya dibantu mesin tetas.

Petugas instalasi ayam KUB dan tim kesehatan hewan dari BBPP Kupang memilih BPTP NTT sebagai tempat untuk mempelajari cara penetasan telur ayam KUB karena BPTP NTT merupakan salah satu tempat budidaya ayam KUB di NTT yang telah sukses menghasilkan DOC (day old chick) yang banyak diminati masyarakat khususnya untuk daerah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Tiba di BPTP, Tim dari BBPP Kupang disambut oleh Ir. Paskalis Th. Fernandez, M.Si sebagai penanggung jawab instalasi ayam KUB BPTP NTT. Paskalis menjelaskan saat ini BPTP NTT memiliki kurang lebih 200 ekor ayam KUB dengan perbandingan ayam betina dan ayam jantan 5:1. Saat ini ayam KUB BPTP NTT dapat menghasilkan telur hingga lebih dari 100 butir sehari.

Ditambahkan Paskalis, telur ayam KUB BPTP ditetaskan dengan menggunakan mesin tetas dengan kapasitas 400 butir. Mesin penetas telur sendiri merupakan alat pengeraman tanpa induk dengan menggunakan lampu pijar sebagai penghangat. Mesin ini biasanya dilengkapi dengan tray yang dapat mengatur kemiringannya sendiri untuk meratakan proses pemanasan.

Proses penetasan berlangsung selama 18 hingga 21 hari. Sebelum dimasukkan ke dalam mesin tetas, telur – telur yang telah diambil dari kandang ditimbang beratnya. Telur yang dipilih untuk dimasukkan ke dalam mesin tetas adalah telur dengan kisaran berat 42 gr- 50 gr.

Selain itu telur yang akan ditetaskan adalah telur yang memiliki kulit cangkang yang halus, tidak kasar dan warna kulit yang normal, tidak terlalu pucat ataupun terlalu coklat serta bentuk telur yang oval, tidak terlalu bulat ataupun terlalu lonjong.

Dijelaskan Paskalis, telur yang memenuhi kriteria akan dimasukkan ke dalam mesin tetas sedangkan yang tidak memenuhi kriteria akan dijual sebagai telur konsumsi.
Telur yang dihasilkan, sebaiknya diambil dua jam sekali setiap hari untuk mencegah telur terinjak dan pecah.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved