BREAKING NEWS: Anak Hilang Kabar di Malaysia, Dominika Habisi Diri di  Pohon  Mente

Dugaan menderita depreasi kembali menjadi penyebab bunuh diri dengan cara menggantung diri menimpa warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Ra

BREAKING NEWS: Anak Hilang Kabar di Malaysia, Dominika Habisi Diri di  Pohon  Mente
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Kanit Identifikasi  Polres  Sikka, Aipda  David  Jeradu,  memperhatikan  tali nilon dan  cabang  pohon    jambu mente   yang digunakan  Dominika  Dugo menggantung diri di  kebunya  Desa  Heopua’at, Kecamatan Kewapante, 7 Km arah Kota  Maumere,  Pulau  Flores, Rabu   (17/7/2019). 

“Lokasi  kejadian di  kebun,   hanya  puluhan meter  dari  kediaman  korban,” ujar   Yohanes, warga  Kewapante mengubungi   POS-KUPANG.COM,  Rabu siang.

Ia  mengatakan, aparat  Polsek  Kewapante  dan   tim Identifikasi  Polres  Sikka sudah  datang ke  lokasi  Rabu  pagi setelah  menerima laporan warga.

Hingga  berita ini diturunkan, Kepala  Kepolisian  Resort  Sikka,  AKBP Rickson Situmorang, S.IK,  dihubungi melalui  pesan  WhatsApp belum memberikan penjelasan  bunuh diri ini. 

Personil Identifikasi   Polres  Sikka  dihubungi  POS-KUPANG.COM,   membenarkan  kasus  bunuh diri ini. Ia  menyarankan menanyakan  kepada pimpinan  Polres  Sikka.

Masalah Kesehatan Mental

Fenomena bunuh diri sedang meruak di  Kabupaten  Sikka  khususnya dan NTT  telah menggugat keberadaan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling berharga.   Mengapa orang  gampang bunuh diri?

Selama  bulan  Januari  sampai  Juli  2019  tercatat 11  kasus  bunuh diri dengan  cara gantung diri Sikka

Dosen  Program Studi  Psikologi  Universitas Nusa Nipa  Maumere,  Maria  Nona Nancy,S.Psi,M.Si,  mengatakan  bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental yang paling sering dibicarakan menempati  urutan satu dari 10 penyebab utama masalah kematian di dunia. Angka bunuh diri lebih tinggi terjadi pada usia remaja dan pada usia lanjut,  meski tidak menutup kemungkinan juga terjadi  usia-usia yang lain (Semium, 2006).

“Fenomena bunuh diri ibarat gunung es. Sepintas, orang berpandangan bahwa mereka mengambil keputusan membunuh dirinya sendiri adalah mereka yang bodoh, tolol. Bunuh diri tampak seperti tindakan yang sangat ekstrim, sehingga orang percaya bahwa hanya orang yang “tidak waras” yang dapat melakukannya,” kata Nona  Nancy.  

Ide untuk bunuh diri dapat saja terjadi secara tiba-tiba atau bahkan direncanakan. Menjadi pertanyaan lebih jauh, mengapa bunuh diri  menjadi trend penyelesaian masalah?  Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi  fenomena ini?

Halaman
1234
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved