Solidaritas Relawan Jokowi NTT Mediasi Persoalan Tanah di Nunkurus

olidaritas Relawan Jokowi NTT memediasi persoalan tanah di tiga di kampung Dalam Kom, Kepala Kerbau, Tungagea di Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur. Keh

Solidaritas Relawan Jokowi NTT Mediasi Persoalan Tanah di Nunkurus
POS KUPANG.COM/: Edi Hayong
Solidaritas Relawan Jokowi NTT memediasi persoalan tanah tambak garam di Nunkurus, Selasa (16/7/2019) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI--Solidaritas Relawan Jokowi NTT memediasi persoalan tanah di tiga di kampung Dalam Kom, Kepala Kerbau, Tungagea di Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur.

Kehadiran relawan menindaklanjuti laporan warga setempat karena ada indikasi tanah dicaplok oknum tertentu pasca dicabutnya HGU PT PKGD.

Pantauan POS KUPANG.COM di Nunkurus, Selasa (16/7/2019), hadir saat ini Rudi Tokan selaku Ketua Seknas NTT, Ketua Rumah Jokowi NTT, Heribertus, Ketua Relawan Jokowi NTT, Jhon Ricardo juga
Ketua Poros Jokowi NTT. Hadir juga Tokoh Masyarakat Nunkurus, Yeskiel Sei, tokoh masyarakat, Oni Benyamin.

Yes Sei pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, Bupati Kupang, Korinus Masneno atas perjuangan sehingga HGU PKGD dicabut dan tanah milik warga dikembalikan. Namun dalam perjalanan, ada oknum tertentu yang diduga mau mencaplok tanah yang merupakan hak milik.

Besok Pagi, Ketua Umum Pelti Kukuhkan Pengda Pelti Provinsi NTT, Simak Penjelasan Roedy Basuki

Pria Ini  Mampu Duduk di Toilet Selama 5 Hari, lalu Makan dan Tidur di Atas Toilet, Ini Kisahnya

Kondisi Persib Bandung Pincang, Kalteng Putra Siap Habisi Maung Bandung

"Kami masyarakat yang dikorbankan seperti di Kepala Kerbau, Dalam Kom dan Tunggagea. Kami berterima kasih kepada pemerintah atas pergumulan selama 26 tahun. Dicabutnya HGU untuk dipulangkan ke warga kami senang sekali tapi Ada oknum tertentu mau datang caplok ini yanf kami tidak mau," tegasnya.

Menurut Yes, pihaknya bingung karena ketika hak tanah yang sudah dikembalikan ke warga justru ada pemilik baru dibagi lagi untuk diukur.

" Ini lahan leluhur kami. Lahan dikembalikan ke warga karena sudah dari leluhur. Kami akan  pertahankan untuk tidak diberikan ke orang lain. Kalau diberikan ke orang lain maka akan kami perjuangkan sampai titik darah terakhir," ujarnya.

Sementara Oni Benyamin, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena HGU PKGD dicabut ijinnya dan diberikan kepada warga. Ini membuktikan gubernur dan bupati peduli dan apresiasi yang tinggi.

"Kami bentuk koperasi yang didalamnya merupakan gabungan Suku Seik,  Bolin, Patola, Gago, Benyamin, Takuba dan Tanone. Kami kerja di lahan kami ko dilarang. Lahan yang dikerjakan diklaim. Pemilik hak ulayat punya bukti dan kami serahkan untuk babagi tapi klaim semua hak kita dikemanakan. Tolong relawan Jokowi  perjuangkan hak kami. Pemerintah cabut HGU tapi muncul persoalan baru. Hak tujuh suku diambilalih, ada apa ini," kata Oni.

Ket foto : Edi Hayong

Solidaritas Relawan Jokowi NTT memediasi persoalan tanah tambak garam di Nunkurus, Selasa (16/7/2019)

 
Area lampiran

 

BalasBalas ke semuaTeruskan

 
 

Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved