Polisi Tahan Terhadap Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU

Akibatnya korban mengalami luka robek pada perut bagian kiri hingga usus korban keluar.

Polisi Tahan Terhadap Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto. 

Polisi Tahan Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Pihak kepolisian dari Polres TTU telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kampung Bakan, RT 011/RW 004, Kelurahan Boronubaen Timur, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten TTU.

Pihak kepolisian juga telah menahan pelaku penganiayaan berat atas nama Oktovianus Manu yang menganiaya korban Albert N. Fallo hingga korban meninggal dunia.

"Kita sudah lakukan penahanan dan penangkapan terhadap pelaku," kata Kapolres TTU AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto kepada Pos Kupang di Halaman Mapolres TTU, Senin (15/7/2019).

Saat ini, jelas Krisna, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan pelaku serta sementara menyelesaikan berkas perkara tersebut supaya segera di limpahkan ke Kejaksaan Negeri TTU.

"Nah saat ini kita juga sedang menyelesaikan berkas perkara untuk kita limpahkan ke kejaksaan," terangnya.

Diberitakan media ini sebelumnya, kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia kembali terjadi di Kabupaten TTU. Kali ini kasus penganiayaan berat tersebut terjadi di Kampung Bakan, RT 011/RW 004, Kelurahan Boronubaen Timur, Kecamatan Biboki Utara.

Korban diketahui bernama Albert N. Fallo (52), warga dari Kampung Bakan, RT 011/RW 004, Kelurahan Boronubaen Timur, Kecamatan Biboki Utara, sedangkan pelaku bernama Oktavianus Manu yang berasal dari daerah yang sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa pada saat sebelum kejadian korban, saksi, dan pelaku sedang mengikuti sosialisasi pendapatan kepemilikan tanah dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten TTU, Rabu (10/7/2019).

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, korban menjelaskan mengenai batas-batas kepemilikan tanah antara korban dan pelaku. namun, saat itu pelaku langsung membantah dan tidak terima atas penjelasan dari korban.

Tak terima dengan penjelasan korban, pelaku langsung melancarkan aksinya. Pelaku menikam korban dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya korban mengalami luka robek pada perut bagian kiri hingga usus korban keluar.

Usai melakukan aksi brutalnya pelaku langgsung melarikan diri dengan membawa serta barang bukti. Melihat kejadian tersebut pelapor dan para saksi berteriak untuk meminta tolong kepada masyarakat setempat.

Menurut pelapor, saat kegiatan sosialisai berlangsung, pelaku datang sudah dalam keadaan mabuk karena meneguk minuman keras, sehingga pelaku langsung menikam korban hingga usus korban keluar.

Atas kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Lurasik. Namun saat sampai di Puskemas Lurasik nyawah korban tak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Tim Mabes Polri Kunjungi Polres TTU, Ini yang Dilakukan

Bupati Flotim Apresiasi Kegiatan Operasi Katarak dari PMI

Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU Diancam 15 Tahun Penjara

Korban kemudian langsung ditangani dokter di Puskesmas tersebut untuk mendapatkan Visum Et Repertum. Sementara anggota piket Polsek Lurasik turun ke TKP dan mencari pelaku serta barang bukti, namum sampai saat ini belum di temukan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved