PM Selandia Baru Jacinda Ardern Kecam Pernyataan Donald Trump yang Bersifat Rasis

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dianggap xenofobia dan rasis.

PM Selandia Baru Jacinda Ardern Kecam Pernyataan Donald Trump yang Bersifat Rasis
AFP/MARTY MELVILLE
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern. 

Empat anggota Kongres AS dari Partai Demokrat menjadi perhatian media setelah menjadi sorotan dalam komentar Presiden Donald Trump.

Keempat pendatang baru "progresif" itu adalah Alexandria Ocasio-Cortez (New York), Ilhan Omar (Minnesota), Ayanna Pressley (Massachusetts), dan Rashida Tlaib (Michigan).

Diwartakan AFP Selasa (16/7/2019), keempat politisi itu berasal dari kalangan minoritas dan kulit hitam. Kecuali Omar, tiga anggota yang lain kelahiran AS.

Trump menargetkan mereka dalam serangkaian komentarnya sejak Minggu (14/7/2019) di mana Trump menyuruh mereka kembali ke "negara asal" hingga menuduh mereka "menyukai" Al Qaeda.

Ocasio-Cortez yang berusia 29 tahun merupakan politisi termuda dalam kelompok itu. Sementara Pressley merupakan politisi perempuan Afrika-Amerika pertama.

Sementara Tlaib dan Omar merupakan dua perempuan Muslim yang terpilih masuk Kongres. Tlaib adalah politisi keturunan Palestina di House of Representatives.

Sedangkan Omar adalah politisi non-kelahiran AS yang melarikan diri dari Somalia ketika perang berkecamuk, dan datang ke negara itu sebagai pengungsi.

Mereka merupakan bagian dari gelombang perubahan yang membuat House kembali jatuh ke tangan Demokrat selaku oposisi, dan mulai menempati jabatan mereka sejak Januari.

Mereka disatukan oleh satu keinginan yang sama untuk menentang Trump menggunakan senjata yang juga digunakan oleh sang presiden: media sosial.

Mereka menggunakan media sosial untuk menggelorakan berbagai agenda progresif mereka, meski upaya itu tak jarang mendapat resistensi dari kalangan sentral Demokrat.

Ocasio-Cortez, misalnya. Dia menyebut dirinya sebagai sosok sosialis yang membuatnya berada di kapal yang sama dengan politisi sayap kiri AS, Bernie Sanders.

Dia memicu kontroversi besar pada bulan lalu ketika menyebut fasilitas penahanan migran sebagai "kamp konsentrasi", memicu kecaman dari korban Holocaust.

Adapun Omar dan Tlaib dipandang sebagai kalangan anti-Semit setelah mereka menyatakan dukungan terhadap kampanye internasional untuk memboikot Israel.

Kemudian Pressley merupakan pengkritik utama kebijakan imigrasi Trump, di mana dia mengeluhkan migran ditempatkan di "kandang" di fasilitas penahanan.

Perempuan 45 tahun itu bersama Tlaib dan Ocasio-Cortez merupakan anggota dari komite finansial House yang dikenal mempunyai pengaruh besar.

Dalam konferensi pers Senin (15/7/2019), Pressley menyebut bahwa "skuad" tidak terbatas pada dirinya atau tiga politisi lain yang disasar oleh Trump.

"Skuad kami besar. Skuad kami berisi siapa saja yang berkomitmen untuk menciptakan dunia menjadi tempat yang lebih adil, dan pekerjaan itulah yang kami lakukan," tegas dia.

Sumber: Kompas.com

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved