Petani Wanokala, Sumba Barat Desak Pemrop NTT Perbaiki Saluran Irigasi Laikaninu

Para petani Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat mendesak pemerintah Propinsi NTT segera memperbaiki saluran irigasi Laikaninu

Petani Wanokala, Sumba Barat Desak Pemrop NTT Perbaiki Saluran Irigasi Laikaninu
POS-KUPANG.COM/ PETRUS PITER
Dedi sedang mengairi lahan sawah miliknya menggunakan pompa air dengan jarak kali ke lahan sawah sekitar 250 meter. Foto Jumat (1672019) 

Petani Wanokala, Sumba Barat Desak Pemrop NTT Perbaiki Saluran Irigasi Laikaninu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK- Para petani Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat mendesak pemerintah Propinsi NTT segera memperbaiki saluran irigasi Laikaninu khusus disisi kanan yang telah mengalami kerusakan selama 3 tahun terakhir ini.

Akibatnya ratusan hektar lahan sawah tidak bisa tanam akibat ketiadaan air. Kalaupun ada petani yang bisa menanam, biasanya menggunakan mesin pompa air yang jaraknya cukup panjang 250 meter hingga 300 meter bahkan lebih.

Demikian disampaikan ketua kontak tani andalan Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat, Kristian Koiki Hida dan om Dedi secara terpisah di Wanokaka, Selasa (16/7/2019).

Menurut keduanya, khusus musim tanam II, sekitar 400-an hektar lahan sawah milik masyarakat tidak bisa tanam karena ketiadaan air. Kondisi itu terjadi karena debit air kali Wanokaka menurun juga saluran irigasi rusak selama tiga tahun terakhir ini.

Dedi, salah seorang petani Wanokaka yang ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa (16/7/2019) mengatakan, hampir tiga tahun lamanya, lahan sawah miliknya tidak bisa menanam pada musim tanam II. Hal itu karena debut air kali menurun juga saluran irigasi Laikaninu tidak berfungsi lagi.

Karena itu, untuk musim tanam II kali ini, ia terpaksa menggunakan pompa air untuk mengairi persawahan. Untuk lahan seluas 3 petak, membutuhkan waktu tiga hari mengairi lahan persawaha nya.

Intip YUK Hasil Semi Loka Penguatan Petani dan Jaringan Kopi Manggarai

Antisipasi Musim Kemarau, Petani Mabar Dihimbau Tanam Sayur Dan Palawija

Dikatakan, meskipun terjadi penambahan biaya pengerjaan sawah miliknya tetap saja dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup ke depannya.

Karena itu berharap pemerintah propinsi NTT memperbaiki saluran irigasi sehingga air kembali mengalir lancar. Hal itu karena selama ini sering mengadu ke pemerintah dan DPRD Sumba Barat namun selalu mendapat jawaban, irigasi Lalikaninu merupakan wewenang pemerintah propinsi NTT. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved