Pengantar Nota Keuangan di Manggarai Barat Terlambat Dua Pekan, Simak Penjelasannya

Pengantar nota keuangan atas rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Mangga

Pengantar Nota Keuangan di Manggarai Barat Terlambat Dua Pekan, Simak Penjelasannya
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS.
Suasana sidang di DPRD Mabar, Selasa (16/7/2019). 

Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Pengantar nota keuangan atas rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) tahun 2018 lalu yang disampaikan oleh bupati, Selasa (16/7/2019) dinilai terlambat dua minggu.

Sidang penyampaian pengantar nota keuangan itu berlangsung di ruang sidang utama lantai dua Kantor DPRD Mabar.

Anggota DPRD Marthen Warus, menyoroti terlambatnya Bupati Mabar menyampaikan pengantar nota keuangan itu.

"Mestinya sekarang sudah masuk ke langkah yang lebih jauh dari nota pengantar. Ini sudah terlambat dua minggu, kemungkinan asistensinya baru bisa dilakukan pada Bulan Agustus. Sangat disayangkan," kata Marthen.

Persoalan di daerah itu kata dia terus menumpuk akibat banyaknya keterlambatan.
"Ke depan persoalan ini akan menumpuk lagi di tahun 2020. Kita masih ingat ada berbagai kegiatan di tahun 2018 lalu ditunda ke 2019.

Pemerintah punya komitmen sangat kuat bahwa perencanaan beres di 2018 karena itu eksekusinya direncanakan cepat pada Maret 2019. Tetapi ternyata tidak dan ada indikasi muncul lagi perencanaan baru. Saya mencermati begitu," kata Marthen.

Hal senada disoroti Ketua DPRD Mabar Blasius Jeramun yang saat itu memimpin sidang.

"Terlambat sudah dua minggu lebih. Kita harus tetap konsisten agar semua hal yang dibahas di sidang dua harus selesai semuanya," kata Blasius.
Bupati Mabar Agustinus Ch Dula, saat itu menjelaskan bahwa banyak kendala yang menjadi hambatan sehingga menyebabkan keterlambatan.

"Kami memproses itu secara bertahap, secara cermat. Hanya mungkin kendalanya itu, banyak sekali hal yang menghambat," kata Agustinus.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved