Kenakan Pakaian Motif Daerah, Antonius Lantik Marhaban sebagai Penyelenggara Haji dan Umrah

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo Antonius Nggaa Rua melantik Marhaban Adhan, S.HI sebagai Penyelenggara Haji dan Umrah.

Kenakan Pakaian Motif Daerah, Antonius Lantik Marhaban sebagai Penyelenggara Haji dan Umrah
POS KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Ket: Suasana pelantikan Penyelenggara Haji dan Umrah. Tampak mereka mengenakan pakaian motif daerah di Aula Kemenag Nagekeo, Selasa (16/7/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo Antonius Nggaa Rua melantik Marhaban Adhan, S.HI sebagai Penyelenggara Haji dan Umrah.

Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Nagekeo di Kota Mbay, Selasa (16/7/2019).

Sebelum menduduki jabatan ini, Marhaban Adhan, merupakan penyuluh agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo.

Antonius Nggaa Rua mengatakan bahwa memang sangat berat bagi Marhaban untuk menerima jabatan baru ini. Namun dengan menerima amanah ini, Marhaban telah menunjukkan kedewasaan bersikap dan kematangan berpikir untuk menempatkan kepentingan umat atau masyarakat beragama di Nagekeo ini di atas kepentingan pribadi dan keluarga.

Lebih lanjut Antonius menegaskan bahwa sebagai seorang abdi negara, semua kita hendaknya memiliki spiritualitas passing over, spiritualitas beralih, siap dimutasikan ke mana saja dan kapan saja, berani meninggalkan comfort zone-zona nyaman dan siap menerima tantangan di daerah baru dan di tempat tugas baru.

Antonius berharap dengan segudang pengalaman yang Marhaban miliki di kota Kupang dan di tanah suci Mekkah dan Madinah, kualitas pelayanan haji dan umrah di Nagekeo akan semakin ditingkatkan dengan langkah-langkah pelayanan yang kreatif dan inovatif.

Kenakan Pakaian Motif Daerah

Ada yang menarik saat acara pelantikan tersebut. Busana yang dikenakan saat pelantikan pejabat ini adalah motif daerah.

Terkait dengan itu Antonius menjelaskan bahwa coraknya beragam, warna-warninya indah dan serasi.

Pasca Pengukuhan Pengda Pelti NTT, Pelti Sumba Timur Segera Dilantik, Simak Penjelasan Ari Wijana

"Pakaiaan yang kita kenanakan ini sepintas mempertegas perbedaan di antara kita dan memperkuat identitas suku dan kedaerahan kita. Inilah realita yang tak dapat kita pungkiri. Tugas kita adalah menerima realita perbedaan ini, dan menatanya," jelasnya.

Antonius menambahkan di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat yang cenderung mengagungkan sukunya sendiri, kelompoknya sendiri dan merendahkan entitas kelompok lainnya, kita selaku aparatur kementerian agama diharapkan menjadi agen, pioner yang senantasia menjaga kebersamaan umat.

Ia menegaskan menjaga kebersamaan umat ini terasa urgen karena kita tahu kebersamaan umat merupakan conditio sine quo non prasyarat mutlak bagi kemajuan peradaban daerah kita dan dalam lingkup yang lebih luas merawat kebhinekaan bangsa dan negara kita. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved