Bunuh Diri Disorot Pengajar Psikologi Unipa Maumere

Fenomena bunuh diri meruak di Kabupaten Sikka khususnya dan NTT telah menggugat keberadaan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling berharga

Bunuh Diri Disorot Pengajar Psikologi  Unipa Maumere
POS-KUPANG.COM/ EGINIUS MOA
Dosen Program Studi Psikologi Universitas Nusa Nipa Maumere, Maria Nona Nancy,S.Psi,M.Si,

Bunuh Diri Disorot Pengajar Psikologi  Unipa Maumere

POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Fenomena bunuh diri sedang meruak di  Kabupaten  Sikka  khususnya dan NTT  telah menggugat keberadaan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling berharga.   Mengapa orang  gampang bunuh diri?

Fenomena bunuh diri tampaknya  menjadi perhatian publik karena  hampir setiap hari berita  tentang bunuh diri selalu ditampilkan oleh media massa.  Selama  bulan  Januari  sampai  Juli  2019  tercatat 10  kasus  bunuh diri dengan  cara gantung diri Sikka

Dosen  Program Studi  Psikologi  Universitas Nusa Nipa  Maumere,  Maria  Nona Nancy,S.Psi,M.Si,  mengatakan  bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental yang paling sering dibicarakan menempati  urutan satu dari 10 penyebab utama masalah kematian di dunia. Angka bunuh diri lebih tinggi terjadi pada usia remaja dan pada usia lanjut,  meski tidak menutup kemungkinan juga terjadi  usia-usia yang lain (Semium, 2006).

“Fenomena bunuh diri ibarat gunung es. Sepintas, orang berpandangan bahwa mereka ymengambil keputusan  membunuh dirinya sendiri adalah mereka yang bodoh, tolol. Bunuh diri tampak seperti tindakan yang sangat ekstrim, sehingga orang percaya bahwa hanya orang yang “tidak waras” yang dapat melakukannya,” kata Nona  Nancy.  

Ide untuk bunuh diri dapat saja terjadi secara tiba-tiba atau bahkan direncanakan. Menjadi pertanyaan lebih jauh, mengapa bunuh diri  menjadi trend penyelesaian masalah?  Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi  fenomena ini?

Seperti Apa Tanda-Tanda Kiamat? Ini Penjelasan Alquran dan Sains

Bunuh Diri Karena Depresi?

Persaan bunuh diri pada  umumnya muncul karena perasaan sepi dan ditinggalkan kemudian memuncak sampai ke taraf yang sangat parah yaitu perasaan hampa dalam hidup. Mereka yang  mentalnya  rapuh biasanya merupakan orang yang paling beresiko tinggi melakukan bunuh  diri.

Percobaan bunuh diri seringkali terjadi dalam upaya merespon  peristiwa hidup  yang penuh tekanan. Orang yang mempertimbangkan bunuh diri pada saat stres, kemungkinan kurang memiliki keterampilan  memecahkan masalah  dan kurang dapat menemukan cara-cara alternatif untuk coping (baca: pemecahan masalah )  terhadap penyebab stres yang mereka hadapi.

Hampir 90 persen  individu yang melakukan bunuh diri dan usaha bunuh diri mempunyai kemungkinan mengalami gangguan mental. Gangguan mental yang paling sering dialami oleh orang yang melakukan bunuh diri adalah depresi.

Kenali 21 Tanda-Tanda Kiamat, di Antaranya Orang Berkhianat Dipercaya

Halaman
12
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved