VIDEO: Penderita Katarak Padati RSUD Larantuka. Begini Suasananya

VIDEO: Penderita Katarak Padati RSUD Larantuka. Begini Suasananya. Pasien dioperasi gratis atas kerja PMI NTT dengan Komite Internasional Palang Merah

VIDEO: Penderita Katarak Padati RSUD Larantuka. Begini Suasananya

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA -- Dua minggu lalu, Maria Jawa Lein, sudah tidak bisa melihat lagi. Setelah didiagnosa di Puskesmas, Maria menderita penyakit katarak.

Sejak itu, perempuan asal Kampung Lewokluok itu tak bisa beraktivitas sebagaiman biasanya. Rutinitasnya terhambat. Setiap hari perempuan berusia 70 tahun itu hanya duduk di kursi dan tidur.

Bahkan untuk pergi ke toilet pun dMaria harus dibopong dan didampingi sanak keluarga.

Yosefina Clara Tukan, anak dari Maria, menuturkan, sebelum ada operasi katarak gratis dari Palang Merah Indonesia (PMI), keluarga merasa putus asa. Sebab biaya operasi katarak tentu tidak sedikit.

VIDEO: Monyet Kelapa Lima Tak Berkeliaran di Luar Pagar

VIDEO: Peternak Ayam di Sumba Barat Mengadu ke Dewan. Begini Pengaduannya

VIDEO: Member BTS Punya Kriteria Cewek Ideal dan Idaman Seperti Ini, Kamu Termasuk?

"Mama buta total, tapi syukur kepada Tuhan, ada operasi katarak gratis ini, sehingga mama bisa melihat lagi," kata Yosefina saat ditemui di sela-sela Baksos Operasi Katarak gratis di RSUD Larantuka, Jalan Jend. Soedirman, Senin (14/7/2019).

Yosefina mengatakan, mereka beranjak dari Kampung Lewokluok pukul 06.00 Wita dan bersama dengan pasien lainnya langsung mendaftar untuk pengobatan dan operasi katarak.

Dia berterima kasih kepada PMI karena mengadakan operasi gratis ini. "Kami hanya tanggung uang transport saja," imbuh Yosefina.

VIDEO: Mau Berwisata ke Wae Rebo? Lebih Dekat Lewat Lembor Selatan

VIDEO: Reuni Akbar Jurusan Administrasi Bisnis PNK Kupang. Mata Maymunah Berkaca-kaca. Ada Apa Ya?

VIDEO: Uniknya Stand NTT Pada Pacific Exposition 2019 di Sky City Auckland, Selandia Baru

Warga penderita katarak memenuhi RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka, Flotim, sejak pukul 08.00 Wita, Senin (14/7/2019).

Tak hanya yang berdomisili di Kota Larantuka, para penderita juga datang dari Solor, Adonara dan wilayah Kecamatan lain di Kabupaten Flores Timur.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved