Tak Hanya Sekadar Operasi Katarak, Ini yang Dilakukan PMI di Flores Timur

Tak hanya melakukan operasi katarak gratis bagi warga, PMI bekerja sama dengan ICRC melakukan assessment wilayah dan penetapan wilayah

Tak Hanya Sekadar Operasi Katarak, Ini yang Dilakukan PMI di Flores Timur
POS-KUPANG.COM/ RICARDUS wAWO
Operasi Katarak oleh PMI Flores Timur 

Tak Hanya Sekadar Operasi Katarak, Ini yang Dilakukan PMI di Flores Timur

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Tak hanya melakukan operasi katarak gratis bagi warga, Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) sebelumnya juga sudah melakukan serangkaian kegiatan sebagai road map menuju operasi katarak.

Kegiatan itu adalah assessment wilayah, penetapan wilayah, pelatihan kesehatan mata bagi tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Flores Timur, penjaringan pasien melalui puskesmas, kemudian operasi katarak dan pemantauan pasien pasca operasi.

Pelatihan bagi tenaga kesehatan sendiri sudah dilaksanakan pada 27 Mei 2019.

Rangkaian kegiatan semacam inilah yanh membuat program operasi katarak yang diadakan kali ini berbeda dengan program operasi katarak yang diadakan lembaga pemerhati katarak lainnya.

Ketua PMI Provinsi NTT, Guido Fulbertus menjelaskan para pasien sudah diperiksa terlebih dahulu oleh para tenaga kesehatan di puskesmas yang sudah menjalani masa training.

"Memang dari PMI Provinsi memiliki beberapa pilihan dengan syaratnya daerah yang tidak memiliki dokter mata dan daerah yang belum atau jarang melaksanakan operasi katarak sehingga salah satunya adalah Larantuka. Masih ada beberapa kabupaten lain juga. Sebelumnya di TTU, Malaka dan Sabu. Kami masih lainnya kemungkinan seperti Lembata dan Alor. Itu kemudian," terang Guido kepada Pos Kupang, Senin (14/7/2019).

BREAKING NEWS: Mahasiswi di Kota Kupang Jadi Korban Pelecehan Seksual Saat Berkendara

Dia menambahkan tugas utama PMI adalah di bidang kebencanaan tetapi PMI juga melakukan kegiatan sosial yang salah satunya adalah operasi mata.

"Kemarin itu 400 yang sudah mendaftar. Tapi sampai hari ketiga bisa mencapai seribu karena hari ini baru dua kecamatan dari total 19 kecamatan di Kabupaten Flores Timur. Kita membagi per kecamatan karena semuanya datang sekali itu agak sulit untuk mengatur mereka," katanya.

Para pasien yang datang, katanya, akan melewati proses screening atau pemeriksaan untuk memastikan mereka layak dioperasi atau tidak.

Kedinkes NTT: Tangani Katarak Secara Kuratif

Jika tidak dioperasi, para pasien pun akan mendapatkan obat dan kacamata. Semua layanan ini sifatnya cuma-cuma atau gratis.

"Untuk melakukan tindakan operasi ini ada beberapa persyaratan. Kalau kataraknya masih terlalu baru mereka cukup dengan kacamata, belum bisa dioperasi."

Tak hanya katarak, PMI juga fokus pada sejumlah penyakit seperti HIV/Aids, malnutrisi dan demam berdarah.(*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved