Pertemuan OMK di Adonara, Pesan Romo Syamsudin: OMK Zaman Now Jangan Takut Dikritik

Para orang muda tinggal di rumah-rumah umat, melakukan interaksi langsung dengan keluarga dan bersatu dalam kegiatan iman, seni dan budaya.

Pertemuan OMK di Adonara, Pesan Romo Syamsudin: OMK Zaman Now Jangan Takut Dikritik
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT mengadakan operasi katarak gratis di RSUD dr Hendrikus Fernandez, Kota Larantuka. Kegiatan operasi bagi para penderita penyakit katarak ini berlangsung selama tiga hari 

Pertemuan OMK di Adonara, Pesan Romo Syamsudin: OMK Zaman Now Jangan Takut Dikritik

POS-KUPANG.COM|LARANTUKA---Selama tiga hari, 11-13 Juli 2019, sebanyak 80 Orang Muda Katolik (OMK) St Antonius Epubele, Desa Horowura, Paroki Lite, Adonara melakukan kunjungan ke OMK St Benediktus Abbas Woka, Desa Tobitika, Paroki Witihama. Selain tinggal bersama umat (live in), dua kelompok OMK ini juga menggelar rekoleksi bersama, sharing Kitab Suci, misa dan pentas seni budaya. Kegiatan ini juga merupakan kunjungan balasan karena pada tahun 2018 lalu, OMK St Benediktus Abbas Woka sudah datang mengunjungi OMK St Antonius Epubele.

Selain orang muda, gereja dan orangtua, Pemerintah Desa Horowura, Kecamatan Adonaran Tengah dan Desa Tobitika, Kecamatan Witihama juga terlibat langsung menyukseskan pertemuan orang muda ini.

Para orang muda tinggal di rumah-rumah umat, melakukan interaksi langsung dengan keluarga dan bersatu dalam kegiatan iman, seni dan budaya.

Kepada ratusan umat yang hadir dalam malam pentas seni dan budaya, Jumat (12/7/2019), Moderator OMK Paroki Witihama, Romo Sam Beraona, merasa sangat bangga dengan pertemuan dua kelompok orang muda dari desa dan paroki yang berbeda ini.

"Karena cinta kalian berkorban datang ke sini. Tujuannya cuma satu memupuk kebersamaan dan merajut persatuan. Ketika saya melihat orang muda begitu banyak, saya berpikir ternyata gereja dan Lewotana punya kekuatan yang luar biasa. Sangat disayangkan kalau gereja dan Lewotana tidak jadikan OMK sebagai garda terdepan," pesan romo yang akrab disapa Syamsudin ini.

Imam Keuskupan Larantuka ini menggarisbawahi pentingnya menjadi orang muda yang tahan banting dan kritik. Menurut dia, orang muda katolik masa kini (OMK Zaman Now) adalah orang muda yang penuh inovasi, kreativitas, dan inisiatif untuk berkembang dalam banyak hal. Tidak ada alasan bagi mereka untuk takut pada perubahan zaman.

"OMK Zaman Now jangan takut dikritrik, jangan takut tantangan. Apa yang dibuat kita bawa pulang di tempat masing-masing. Jangan pulang lalu nonton saja, itu bukan orang muda yang militan. Identitas kita adalah katolik. Tunjukkan identitas itu," tandasnya disambut tepuk tangan umat yang memenuhi tenda pementasan.

Dia berharap eksistensi dua kelompok OMK ini tetap terjaga, meski dirinya tak lagi berkarya di Paroki Witihama.

Persib Bandung iIncar Striker Steven Lustica di Putaran 2, IniTanggapan Bobotoh di Instagram

Penyelesaian Sengketa Tanah Terkatung 30 Tahun, Ahli Waris Tomboy Gelar Ritual Adat Panggil Leluhur

"Apa yang saya kasi itu menjadi kekayaan untuk anda, anda tetap eksis. Ketika saya pergi anda tetap eksis."

Seksi Kepemudaan Paroki Witihama, Emanuel Lamatokan juga menjelaskan hal senada. Bagi dia, kegiatan ini membuka ruang pertemuan antar anak muda katolik demi kebersamaan dan persatuan. Secara pribadi, dia mengapresiasi dukungan pemerintah dua desa terhadap penyelenggaraan pertemuan OMK ini.

"Ini hal yang sangat luar biasa yang kita temui. Ada Dukungan dari pemerintah desa. Kalau tetap kegiatan sejenis tetap dipertahankan OMK kita akan terhindar dari hal hal negatif yang sering dilakukan orang muda seperti mabuk-mabukan dan tindakan negatifa lainnya. Ini jadi wacana, alangkah baiknya kita kembangkan jadi level paroki. Paroki Lite ke Witihama atau sebaliknya," ungkap dia.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved