Penyelesaian Sengketa Tanah Terkatung 30 Tahun, Ahli Waris Tomboy Gelar Ritual Adat Panggil Leluhur

ibadat bersama untuk memohon titik terang dan penyelesaian persoalan tanah yang dialami oleh keluarga ahli waris Leonard Tomboy.

POS KUPANG/RYAN NONG
Jumpa pers usai seremonial adat pemanggilan leluhur dan ibadat memperjuangkan tanah milik keluarga Tomboy pada Jumat (12/7/2019). 

Penyelesaian Sengketa Tanah Terkatung 30 Tahun, Ahli Waris Tomboy Gelar Ritual Adat Panggil Leluhur

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Keluarga ahli waris Leonard Tomboy akhirnya menggelar upacara (ritual) adat untuk memanggil leluhur di lokasi tanah adat milik keluarga Tomboy yang terletak di depan Hotel Sasando Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang, Provinsi NTT.

Acara ritual tersebut digelar oleh keluarga bersama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat serta undangan pada Jumat (12/7/2019) siang.

Ritual adat akhirnya digelar setelah persoalan tanah adat (tanah warisan) milik keluarga Tomboy terkatung katung penyelesaiannya setelah lebih dari 30 tahun berproses.

Perwakilan ahli waris dan tokoh adat dalam ritual tersebut, memerciki tanah yang menurut mereka sebagai tanah adat (warisan) dengan darah segar dari babi yang dikurbankan dengan bahasa adat untuk memanggil para leluhur.

Usai ritual tersebut, pendeta kemudian memimpin ibadat bersama untuk memohon titik terang dan penyelesaian persoalan tanah yang dialami oleh keluarga ahli waris Leonard Tomboy.

Yopy Taebenu yang mewakili keluarga Leonard Tomboy   mengatakan, selama 30 tahun lebih pihaknya berjuang mencari keadilan dalam persoalan tanah  milik keluarga seluas 283 hektar.

“Apakah pemerintah saat ini mau mendengar hal ini?  Persoalan penyelesaian (tanah milik Leonard Tomboy) oleh pemerintah terkatung-katung. Berikan kepada rakyat apa yang menjadi hak rakyat dan berikan kembali hak keluarga Tomboy di Kota Kupang,” ungkap Yopi.

Yopi mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh keluarga dengan seremonial pengucuran darah hewan itu sebagai wujud permohonan kepada leluhur agar memberi terang dalam penyelesaian persoalan tanah seluas 283 hektar itu

Persoalan hak milik tanah itu, kata Yopi, telah diperjuangkan melalui jalan panjang lebih  dari 30 tahun.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved