Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU Diancam 15 Tahun Penjara

Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU Diancam 15 Tahun Penjara.

Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU Diancam 15 Tahun Penjara
Pos Kupang.com/Thomy Mbunga Nulangi
Kapolres TTU, AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto 

Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di TTU Diancam 15 Tahun Penjara

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU- Pihak kepolisian dari Polres TTU telah menangkap pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kampung Bakan, RT 011/RW 004, Kelurahan Boronubaen Timur, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten TTU.

Penangkapan terhadap pelaku penganiayaan berat hingga korban meninggal dunia tersebut dilakukan oleh Anggota Unit Buru Sergap (Buser) dan Anggota Polsek Lurasik.

Kepada pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP karena diduga telah melakukan tindakan pidana penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawah orang.

"Itu kita kenakan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawah orang lain dengan ancama pidana diatas 15 tahun," kata Kapolres TTU AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto kepada Pos Kupang di Halaman Mapolres TTU, Senin (15/7/2019).

Diberitakan media ini sebelumnya, kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia kembali terjadi di Kabupaten TTU. Kali ini kasus penganiayaan berat tersebut terjadi di Kampung Bakan, RT 011/RW 004, Kelurahan Boronubaen Timur, Kecamatan Biboki Utara.

Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Berat Hingga Meninggal Dunia di Biboki Selatan TTU

Korban diketahui bernama Albert N. Fallo (52), warga dari Kampung Bakan, RT 011/RW 004, Kelurahan Boronubaen Timur, Kecamatan Biboki Utara, sedangkan pelaku bernama Oktavianus Manu yang berasal dari daerah yang sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa pada saat sebelum kejadian korban, saksi, dan pelaku sedang mengikuti sosialisasi pendapatan kepemilikan tanah dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten TTU, Rabu (10/7/2019).

BREAKING NEWS:Pegawai Angkasa Pura di Kupang Dianiaya Oknum Pegawai Sekwan Kupang

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, korban menjelaskan mengenai batas-batas kepemilikan tanah antara korban dan pelaku. namun, saat itu pelaku langsung membantah dan tidak terima atas penjelasan dari korban.

Tak terima dengan penjelasan korban, pelaku langsung melancarkan aksinya. Pelaku menikam korban dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya korban mengalami luka robek pada perut bagian kiri hingga usus korban keluar.

Polda NTT Lidik Dugaan Penganiayaan Seorang ASN di Badan Litbang Kota Kupang

Usai melakukan aksi brutalnya pelaku langgsung melarikan diri dengan membawa serta barang bukti. Melihat kejadian tersebut pelapor dan para saksi berteriak untuk meminta tolong kepada masyarakat setempat.

Menurut pelapor, saat kegiatan sosialisai berlangsung, pelaku datang sudah dalam keadaan mabuk karena meneguk minuman keras, sehingga pelaku langsung menikam korban hingga usus korban keluar.

Atas kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Lurasik. Namun saat sampai di Puskemas Lurasik nyawah korban tak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Korban kemudian langsung ditangani dokter di Puskesmas tersebut untuk mendapatkan Visum Et Repertum. Sementara anggota piket Polsek Lurasik turun ke TKP dan mencari pelaku serta barang bukti, namum sampai saat ini belum di temukan. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved