Berita Tamu Kita

Lego Suhono: Anak NTT Kelolah Sendiri Potensi Kelautan

Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang pada Agustus 2019 ini akan melaksanakan prosesi wisuda.

Dokumentasi keluarga
Lego Suhono bersama istri dan anak 

Tentunya sukses dan berkembangnya Poltek KP Kupang tidak terlepas dari tangan dingin pemimpinnya dan kerja sama yang baik dengan semua elemen di dalamnya.

Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang, Lego Suhono, berharap, anak-anak NTT, khusunya lulusan Poltek PK sungguh menjadi aktor-aktor yang mengelola potensi perikanan dan kelautan di Provinsi NTT.

Ia optimis, anak-anak NTT bisa diandalkan dan merujuk dari proses pendidikan di Poltek KP baik dari segi akademik, keterampilan dan didukung dengan pendidikan karakter.

Apa dan bagaimana Poltek KP, ikuti wawancara Wartawan Pos Kupang, Laus Markus Goti, dengan Direktur Poltek KP Kupang, Lego Suhono, di kampus tersebut beberapa waktu lalu.

Enam Ekor Komodo Dilepas di Pulau Ontoeloe Riung Kabupaten Ngada

Apa yang akan Anda lakukan untuk menghasilkan lulusan yang hebat?
Saya berkarier di bidang pendidikan sejak tahun 1982 di Politeknik Perikanan dan Kelautan Sidoarjo, Jawa Timur sebagai dosen. Selanjutnya ditugaskan Pimpinan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi Direktur Poltek KP Kupang.Saya paham bagaimana membentuk pola mendidik di Politeknik Perikanan dan Kelautan. Dalam proses perekrutaan, saya selektif. Pertama, mengutamakan 90 persen anak NTT, karena merekalah adalah aktor yang mengelola potensi perikanan dan kelautan di daerah ini. 

Dan, 50 persen mahasiswa di sini adalah anak pelaku utama usaha perikanan dan kelautan. Kami melihat apakah yang bersangkutan punya motivasi, passion di bidang perikanan dan kelautan. Kalau seseorang memang mencintai bidangnya pasti akan lebih mudah dididik.

Seperti apa proses pendidikan di Politeknik KP Kupang?
Selama menjalani masa pendidikan dan pembinaan para mahasiswa tinggal, dibentuk dan dibina di asrama. Perbandinganya 70 persen praktek dan 30 persen teori.
Semuanya sudah diatur secara baik. Jadi mereka tinggal mengikuti, untuk melatih ketaatan dan disiplin.
Untuk praktek, para mahasiswa dikirim ke berbagai daerah di Indonesia yakni di industri-industri yang standarnya sudah bagus. Tujuannya agar mahasiswa memiliki banyak pengetahuan, wawasan dan pengalaman.
Prinsipnya, kami ingin menghasilkan mahasiwa yang siap untuk bekerja, artinya mereka mampu secara teori maupun praktek. Tak hanya itu, pendidikan karakter sungguh diperhatikan di sini, lulusan kami jujur, bertanggung jawab dan disiplin.
Mahasiswa juga dididik oleh dosen-dosen yang lulus dengan cumlaude dari berbagai perguruan tinggi ternama. Para dosen juga secara berkala mengikuti berbagai pelatihan yang berhubungan dengan industri perikan dan kelautan.
Setelah tamat dari Politeknik Perikanan dan Kelautan Kupang, mahasiwa tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi sertifikat berlaku secara internasional.

Kedinkes NTT: Tangani Katarak Secara Kuratif

Apa yang membuat Anda begitu semangat mendorong anak-anak NTT membangun NTT lewat bidang Perikanan dan Kelautan?
Walaupaun punya peluang kerja di luar daerah atau bahkan di luar negeri, lebih baik lulusan diarahkan untuk bekerja di daerah sendiri. Lebih baik kita membangun daerah kita, negeri kita, kalau kerja di luar, yang untung negara-negara luar, bukan kita.

Saya ingin anak-anak NTT sendirilah menjadi garda terdepan membangun daerahnya. Saya sangat yakin dan dari pengalaman saya di sini mereka punya potensi. Nah bagaimana kita kembangkan potensi anak-anak.
Saat mereka praktek, ada yang dikirim ke luar daerah dan luar biasa baru praktek saja, anak-anak sudah mendapat tawaran bekerja di berbagai perusahaan yang bergerak di bidang industri kelautan dan perikanan. Perusahaan-perusahaan tersebut menghubungi saya dan meminta anak-anak NTT untuk bekerja.
Ketertarikan sejumlah perusahaan terhadap mahasiswanya tidak terlepas dari penerapan sistem atau pola pendidikan di Politeknik Perikanan dan Kelautan Kupang.

Bagaimana Anda melihat potensi Perikanan dan Kelautan di NTT?
Tinggal di Kupang, terus terang saya melihat pantai yang indah, sehingga bisa dikembangkan wisata bahari, budidaya ikan, udang dan rumput laut di sekitar pantai untuk peningkatan pendapatan masyarakat.
Ikan segar dari laut dapat dikembangkan menjadi aneka olahan ikan yang akan meningkatkan nilai tambah untuk keluarga nelayan.
Potensi perikanan dan kelautan di NTT sangat bagus. Karena NTT dikelilingi laut dan memiliki garis pantai yang panjang, yang bisa dikembangkan yaitu tambak dan rumput laut. Keduanya punya potensi yang besar untuk ekspor. (*)

Dinkes Sumba Barat Bekerjasama Dengan Sumba Foundation Gelar Operasi Katarak Gratis

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved