Dewan Desak Pemerintah Hentikan Pasokan Ayam Broiler Asal Jawa

Bagaimana mungkin ayam yang sudah puluhan hari hingga bulanan berada dalam kemasan dikonsumsi manusia.

Dewan Desak Pemerintah Hentikan Pasokan Ayam Broiler Asal Jawa
POS KUPANG/PETRUS PITER
Wakil Ketua DPRD SB, Daniel Bili, S.H memimpin pertemuan dengan peternak ayam asal Waikabubak, SB di ruang Banggar DPRD SB, Senin (15/7/2019). 

Dewan Desak Pemerintah Hentikan Pasokan Ayam Broiler Asal Jawa

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK---Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Barat mendesak pemerintah segera menghentikan pasokan ayam broiler dari Jawa karena sangat meresahkan peternak lokal Sumba Barat.Apalagi dari sisi kesehatan ayam broiler asal Jawa itu sangat membahayakan keselamatan manusia.

Bagaimana mungkin ayam yang sudah puluhan hari hingga bulanan berada dalam kemasan dikonsumsi manusia. Menjadi pertanyaan apakah ayam kemasan itu bebas formalin atau sat pengawet berbahaya lainnya.

Karena itu, dewan meminta sekretaris DPRD Sumba Barat, Kuala Djowa, S.Sos menghuhungi Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Bagian Ekonomi Setda Sumba Barat untuk bersama-sama dewan melakukan sidag ke titik-titik penimbunan air broiler asal Jawa dibeberapa wilayah dalam Kota Waikabubak, Sumba Barat.

Dewan masih merahasiakan waktu sidag demi menjaga berbagai hal yang tidak diinginkan terjadi. Tetapi yang pasti dalam waktu secepatnya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumba Barat, Daniel Bili, S.H dan anggota DPRD Sumba Barat, Yance K.Tenabolo, Lukas Lebu Gallu, S.H, Gerson Umbu Awang, Timotius Tede Bolo dan Samuel Wanay saat menerima puluhan petenak ayam broiler asal Sumba Barat di ruang Banggar DPRD Sumba Barat, Senin (15/7/2019).

Menurut dewan, kebijakan pengusaha mendatangkan ayam broiler asal Jawa dengan harga jual sangat murah Rp 25.000,00/kg hingga Rp 30.000,00/kg di Waingapu, Sumba Timur dan dijual di Sumba Barat Rp 50.000,00/kg sangat merugikan pedagang lokal Sumba Barat juga mengancam kesehatan masyarakat Sumba Barat.

Dewan berkeinginan uang berputar di Sumba Barat dan bukan dibawah ke luar Sumba seperti ke Jawa.

Untuk itu, dewan menegaskan, bila dalam perjalanan tetap membandel maka pengusaha itu akan ditindak tegas sesuai hukum berlaku.

Selanjudnya dewan juga meminta pemerintah mencabut ijin usaha warung makan bila pengusaha warung makan tetap membeli ayam kemasan asal Jawa.

Terhadap penjelasan itu, peternak ayam broiler asal Sumba Barat, Mateus Tamo Ama, Ibu Nur Ainy, Dany dan kawan-kawan menyampaikan terima kasih banyak atas perhatian dewan tersebut.

Para pedagang berharap dewan segera turun lapangan menertibkan penimbunan ayam broiler asal Jawa itu.

Mateus Tamo Ama menambahkan, pihaknya mengurungkan niat bertemu Bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawolen karena sudah diterika dewan Sumba Barat dengan baik.

PKB NTT Tunggu Keputusan DPP Soal Calon Pimpinan DPRD Pronvinsi NTT

Kades Mata Air Sambangi SMA Kristen Kupang Tengah-Tarus

Puskesmas Tarus Ada Anak 6-7 Tahun Terkena Katarak, Ini Loh Penyebabnya

Dan disaat yang sama bupati dan rombongan akan menghadiri sidang di DPRD Sumba Barat dengan agenda penetapan Ranperda RPJMD, Senin15/7/2019) siang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved