Berita Cerpen

Cerpen Akuilina Yunita Sidin: Hujan Bulan Juni (Bukan Cerpen Supardi)

Laki-laki itu berjalan menjauh. Memunggungi perempuan berambut ikal, dengan dipenuhi sesak segala rasa dalam dadanya.

Cerpen Akuilina Yunita Sidin: Hujan Bulan Juni (Bukan Cerpen Supardi)
Ilustrasi/trubunnews.com
Hujan Bulan Juni (1) 

Dia masih terdiam membisu, tak kuasa melihat laki-laki yang amat dikasihinya berjalan menjauh meninggalkannya.

Kembali terngiang percakapan terakhir diantara dia dan laki-laki itu. Laki-laki yang hadir sebagai satu-satunya orang saat patah hatinya ditinggal kekasih terindah, ayahnya.

Laki-laki yang dengan sabar mendengar segala luapan isi hati tentang ketidakterimaannya terhadap cara semesta yang amat menyakitkan itu.

Laki-laki yang menjadi sasaran pukulan atas amarah tak jelasnya. Laki-laki yang masih ada di sampingnya saat ia ingin mengasingkan diri menemukan ketenangan di sebuah Gua Maria di belakang gereja paroki.

Tarian Caci Perlu Dilestarikan Turun-temurun

Gua yang selalu mereka datangi berdua untuk bermalam mingguan.

Isak tangisnya semakin menjadi. Tak kuasa ia menahan segala hal yan amat menyesakkan itu. Semakin tak kuasa ia melihat laki-laki yang berjalan kian menjauh.

"Kehilangan tak pernah benar-benar menyisakan ketiadaan. Apalagi yang hilang karena sudah saatnya ia pulang. Ia tak hilang. Ia kembali. Kembali pada seharusnya ia." Kata laki-laki itu berusaha menenangkan perempuan yang kini rebah di bahunya. Mereka hanya berdua.

Di tepi pantai, tempat yang sengaja didatangi agar supaya sedikit menghilangkan gundah di hati permpuan itu.

"Bagaimana mungkin harus secepat ini. Bagaimana mungkin dia pergi tanpa mengabari. Bagaimana aku? Mama? Adik-adikku? Aku masih belum mampu menjadi kakak yang baik bagi mereka. Aku belum siap untuk selalu terlihat kuat di depan mereka." Kata perempuan itu dengan nada sedikit emosi meski air mata tak berhenti mengalir.

"Aku ingat kamu pernah bilang. Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua hal yang terjadi sudah direncanakan semesta.

Halaman
1234
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved