Brigpol Krisologus Sambangi Rumah Warga di Boawae, Ini Tujuannya!

Kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak kerap kali menjadi momok yang menakutkan bagi keluarga.

Brigpol Krisologus Sambangi Rumah Warga di Boawae, Ini Tujuannya!
 POS KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Brigpol Krisologus B. Meko, Bhabinkamtibmas Kelurahan Nageoga saat sambangi rumah warga di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Senin (15/7/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak kerap kali menjadi momok yang menakutkan bagi keluarga.

Meskipun sudah ada undang-undang yang memberikan sanksi hukum bagi pelaku kekerasan, namun kekerasan perempuan dan anak dari tahun ke tahun semakin meningkat. Maka, perlu upaya pencegahan sejak dini.

Upaya dengan sosialisasi dari rumah ke rumah itulah yang dilakukan oleh Brigpol Krisologus B. Meko.

Brigpol Krisologus merupakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Nageoga Kecamatan Boawae.

Setiap melaksanakan tugas dirinya menyambangi ke setiap rumah warga di tempat binaanya.

Brigpol Krisologus, mengatakan, dirinya memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.

BREAKING NEWS: Di Kabupaten Sikka-NTT, Empat  Bulan Berumah Tangga, Utami Ibu Muda Gantung Diri

Persib Bandung iIncar Striker Steven Lustica di Putaran 2, IniTanggapan Bobotoh di Instagram

Daftar Nama Menteri Bakal Terdepak Kursi Kabinet Jokowi Jilid II, Imam Nahrawi Disebut, Lainnya?

"Kekerasan pada rumah tangga kerap kali terjadi, baik kekerasan terhadap perempuan, anak-anak, bahkan di lingkungannya seperti pembantu rumah tangga atau yang menetap dalam rumah tangga tersebut," ungkapnya, Senin (15/7/2019).

Brigpol Krisologus mengaku seringkali kita dengar, korban kekerasan dalam rumah tangga kebanyakan perempuan, baik kekerasan fisik, psikis, kekerasan seksual dan penelantaran rumah tangga.

Setidaknya dari pemikiran Krisologus, ada cara pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, dapat dilakukan seperti, sebagai orang tua disarankan jangan memberikan contoh kekerasan terhadap anak.

"Misalnya sering membentak kepada anaknya atau memukul baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Itu tidak boleh dilakukan," ungkapnya.

Ia menjelaskan hal ini akan tertanam dalam diri anak sehingga mempengaruhi mental dan bisa berakibat akan melakukan hal yang sama kepada orang lain.

"Perlu menanamkan nilai-nilai agama dalam keluarga. Dengan menerapkan ajaran-ajaran agama kepada anak-anak sehingga mereka bisa berperilaku dengan baik," ujarnya. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved