BREAKING NEWS: Oknum Kades Di Ende Bersama Anaknya Ditahahan Jaksa

Kejaksaan Negeri Ende menahan Kepala Desa (Kades) Mole, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende atas nama, I.H Masrun Ambry alias H Masrun (59) bersama anakn

BREAKING NEWS: Oknum Kades Di Ende Bersama Anaknya Ditahahan Jaksa
POS KUPANG/ISTIMEWA
TERSANGKA/Kades Mole bersama anaknya ditahan Kejaksaan Negeri Ende. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Kejaksaan Negeri Ende menahan Kepala Desa (Kades) Mole, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende atas nama, I.H Masrun Ambry alias H Masrun (59) bersama anaknya atas nama Ardian Ambry alias Anom (23).
Informasi yang diterima Pos Kupang

.Com dari Kasi Intel Kejari Ende, Abdon Toh SH, Senin (15/7/2019) menyatakan bahwa
Pada , Rabu, 10 Juli 2019, Kejaksaan Negeri Ende menerima pelimpahan perkara tindak pidana korupsi dari Kepolisian Resor Ende, atas nama

Tersangka I, H. Masrun Ambry alias H. Masrun (59), dan Tersangka II Ardian Ambry alias Anom (23).

Dikatakan kedua tersangka tersebut merupakan Kepala Desa Mole serta Bendahara Desa Mole yang melakukan tindak pidana korupsi terhadap APBDesa Mole tahun 2015 dengan cara tidak mengerjakan beberapa kegiatan pembangunan yang telah dianggarkan.

Selain itu meskipun ada yang dikerjakan namun tidak sesuai dengan nilai anggarannya, serta tidak diberikannya insentif Ketua RT dan RW di Desa Mole, yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp. 235.265.000.00.

Perbuatan kedua tersangka tersebut melanggar Pasal 2, Pasal 3 jo. Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemeberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Persib Bandung iIncar Striker Steven Lustica di Putaran 2, IniTanggapan Bobotoh di Instagram

 

Dikatakan setelah menerima pelimpahan kedua tersangka dari penyidik Polres Ende kedua tersangka langsung dibawa ke Kupang guna menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Kupang.

Sebelummya diberitakan berkas dan tersangka kasus dugaan korupsi di Desa Mole, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende,siap dilimpahkan oleh penyidik kepolisian ke Kejaksaan Negeri Ende namun demikian belum bisa dilimpahkan karena belum ada petunjuk lanjutan dari Kejaksaan Negeri Ende.

Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Sujud Alif mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Selasa (9/4/2019) di Ende ketika dikonfirmasi terkait dengan perkembangan penangan kasus dugaan korupsi dana ADD di Desa Mole, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende.

Iptu Sujud Alif mengatakan bahwa berkas kasus dugaan korupsi sebenarnya sudah lengkap dan tinggal dilimpahkan apabila dari pihak Kejaksaan Negeri Ende telah siap untuk menerimanya.

“Iya polisi tinggal menunggu petunjuk lanjutan dari Kejaksaan Negeri Ende apabila dari Kejaksaan sudah siap maka polisi segera melimpahkannya,”kata Iptu Sujud Alif.

Iptu Sujud Alif mengatakan perihal dana desa yang diselewengkan oleh oknum kepala desa Di Desa Mole,Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende sebesar Rp 194.700,000. Dana tersebut masing-masing berasal dari dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) serta Silpa.

Iptu Sujud Alif mengatakan penyimpangan dana desa di Desa Mole, Kecamatan Ndori diduga dilakukan oleh oknum kepala desa MA dan bendahara AA.

Iptu Sujud Alif mengatakan dalam melengkapi berkas penyidikan pihak kepolisian telah meminta keterangan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ende. Hal itu dilakukan agar bisa mengetahui secara pasti soal prosedur pengunaan dana desa oleh para kepala desa termasuk di Desa Mole. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved