Lampu di Bukit Cinta Digasak Maling, Pemkab Lembata Lapor Polisi, Simak YUK

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata telah membuat laporan polisi perihal kasus pencurian lampu penerangan di lokasi wisata Bukit Cinta.

Lampu di Bukit Cinta Digasak Maling, Pemkab Lembata Lapor Polisi, Simak YUK
Pos Kupang.com/Ricko Wawo
Lampu yang dicuri oknum tak bertanggung jawab di Bukit Cinta Lembata 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata telah membuat laporan polisi perihal kasus pencurian lampu penerangan di lokasi wisata Bukit Cinta. Hal ini dilakukan karena ditemukan semua lampu penerangan digasak pencuri beberapa waktu yang lalu.

Demikian yang diungkapkan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Apol Mayan ketika dihubungi, Jumat (12/7/2019)

Selain mengakui tidak ada petugas yang menjaga lokasi sepanjang hari, Apol juga sangat menyayangkan aksi pencurian fasilitas umum di objek wisata Bukit Cinta ini. Menurut dia, masih ada warga yang punya mentalitas buruk yang tidak bisa menjaga fasilitas umum seperti lampu penerangan ini. Ada juga yang melakukan tindakan vandalisme dengan mencoret-coret tembok.

"Memang di atas tidak ada orang yang jaga sampai malam di sana. Kami punya penjaga satu orang," sesalnya.

Dia menduga kejadian ini dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu dan belum bisa menghitung estimasi kerugian karena sedang dilakukan penyelidikan.

Jelang Putaran 2 Liga 1: Persib Bandung Inginkan Bomber Kroasia, Ceres Negros Berlabuh di Persija

"Ini ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab saja."
Kejadian yang hampir sama perihal pengrusakan lampu juga pernah terjadi di lokasi wisata Pantai Mutiara. Namun pihaknya sudah mengganti lampu yang dirusak itu.

"Kami (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lembata) juga kekurangan personil jadi susah untuk kontrol."

Berkaca dari ulah orang tak bertanggungjawab ini, lanjutnya, pemerintah sedang merancang skema penjagaan tetap di lokasi-lokasi wisata. Akan dibangun pos-pos penjagaan agar petugas bisa melakukan penjagaan sepanjang hari dan memasang kamera CCTV.

"Ke depannya, pengelolanya lebih banyak lagi. Ada penjaganya, petugas kebersihannya, kita sudah rancang, sudah siapkan skemanya. Kita bangun tapi kita juga jaga. Kalau setiap masyarakat punya kesadaran itu maka tanpa dijaga pun orang tidak akan rusak. Tapi mentalitas kita masih seperti ini," tegas Apol.

Pantauan Pos Kupang, Jumat (12/7/2019), ada sekitar 10 tiang yang semua lampu dan perkakas penerangannya sudah dicopot. Seorang penjual kuliner di Bukit Cinta yang tidak mau disebutkan namanya juga mengakui lampu-lampu itu digasak pencuri.

"Kalau malam hari, sudah gelap gulita di sini," pungkasnya.
Dia menyesal ada oknum tak bertanggungjawab yang tega melakukan perbuatan tidak beradab seperti itu. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved