Pacific Exposition 2019
Kopi Mane Kerjasama dengan STAR Investment NZ Ltd di Pacific Exposition 2019
Kopi Manggarai berkibar di pagelaran Pacific Exposition 2019 yang digelar di Sky City, Auckland, Selandia Baru, 11-14 Juli 2019.
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Kopi Mane Kerjasama dengan STAR Investment NZ Ltd di Pacific Exposition 2019
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hasyim Ashari
POS-KUPANG.COM | AUCKLAND – Kopi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkibar di pagelaran Pacific Exposition 2019 yang digelar di Sky City, Auckland, Selandia Baru, 11-14 Juli 2019.
Kopi Mane Inpsiration menjalin kerjasama dengan STAR Investment NZ Ltd, Minggu (14/7/2019).
Kerjasama tersebut ditandatangani Managing Director STAR Investment NZ Ltd, Syarief Thalib dengan Chairman of Kopi Mane Inspiration, Bony Oldam Romas.
Naskah kerjasama tersebut disaksikan dan ditandatangani juga oleh Wakil Gubernur NTT, Jose Nae Soi dan Dubes Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.
• VIDEO: Kelompok Adat Fatukoto Gelar Festi.val Pasca Panen
• Ini Kronologi Kasus Pria 30 Tahun di Ngada Setubuhi Bocah 7 Tahun
Bony Oldam Romas mengaku bersyukur, bahwa Pacific Exposition melahirkan kerjasama kongkrit antara pengusaha NTT dengan pengusaha di Selandia Baru.
“Mereka tertarik dengan kopi special kita. Mereka ini punya banyak pelanggan. Grosir. Tapi semua bidang. Sehingga dia butuh partner di NTT, siapa yang bisa memasok kebutuhan kopi di Selandia Baru,” kata Bony.
Ia menjelaskan, nanti Kopi Mane akan kirim contoh.
“Tapi kopi kita dia suka, tinggal nanti customer seperti apa. Ketika sampel diterima baru ngomong soal kuantiti dan harga berapa,” ujar Bony.
Bony menegaskan kopi yang dimaksud adalah kopi NTT.
• Pakai Baju Renang Seksi Saat Liburan di NTT, Bunga Citra Lestari Didoakan Netizen Segera Berhijrah!
• Raffi Ungkap Pertengkaran Hebatnya dengan Istrinya Nagita Slavina, Karena Ayu Ting Ting?
“Namun yang jadi catatan adalah kopi yang sudah mendapatkan sertifikat indikasi geografis. Dalam hala ini, Kopi Arabica Bajawa dan Arabica Manggarai,” papar Bony.
Kerjasama ini menurutnya langsung terjadi dan konkrit di Pacific Exposition 2019.
“Sebelumnya pernah ikut di Rel Madrid dan Kuala Lumpur. Namun, di sana tidak ada MoU. Karena forumnya di sana hanya pameran. Nah, di sini, ada business matching,” ujarnya.
“Itu yang membantu kita. Kalau tidak ada begini, pasti agak susah kita,” kata Bony yang biasa meracik kopi sendiri di Kedai Kopi Mane di Jalan Yos Sudarso Nomor 12, Ruteng, Manggarai.
Kopi Mane juga memiliki cabang di dekat Bandara Labuan Bajo, dengan nama serupa, Kopi Mane.
Ia mengku sudah masuk tahun ke lima menekuni bisnis kopi.
• Sambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Kejari Sumba Timur Gelar Birds Competition
• Video Ahok Makan Bareng Anak, Ada Sosok Wanita,Bikin Penasaran,Puput Nastiti Devi Atau Veronica Tan?
“Kopi diambil dari Asosiasi Petani Kopi dan Masyarakat Petani Kopi Manggarai,” ujarnya.
Ia juga mendapat informasi kalau Selandia Baru, masyarakatnya gemar minum kopi.
Bahkan yang terbesar kedua di dunia untuk konsumsi kopinya.
Untuk diketahui, Kedai Kopi Mane di Kota Ruteng kerap jadi pilihan utama para wisatawan lokal dan mancanegara.
“Saya cinta kopi setelah hijrah ke Selandia Baru, tapi bukan penikmat. Dari beberapa tempat kopi di Selandia Baru, pasti ada yang dari Indonesia. Namun tidak ada yang produk jadi, tapi green bean,” kata Syarief Thalib.
• Sambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Kejari Sumba Timur Gelar Birds Competition
• Red Velvet Tempati Urutan Pertama Reputasi Merek Girlgroup Bulan Juli BLACKPINK Puas di Urutan Kedua
Menurutnya kendala produk dari Indonesia adalah kesinanungan.
“Jadi tak konsisten. Kita ingin ada pemasok Indonesia yang kondisten. Baik jumlah maupun kualitas. Keteu Pak Bony saya tertarik. Menawarkan tak hanya kopi tapi juga cokelat,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bony-kopi-mane.jpg)