Grasi Jokowi Dinilai Cederai Gerakan Hentikan Kejahatan Seksual terhadap Anak

Ini tanggapan Ketua (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait terhadap grasi yang diberikan Jokowi terhadap terpidana pelecehan Anak

Grasi Jokowi Dinilai Cederai Gerakan Hentikan Kejahatan Seksual terhadap Anak
KOMPAS.com/FITRI PRAWITASARI
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait. 

Grasi Jokowi Dinilai Cederai Gerakan Hentikan Kejahatan Seksual terhadap Anak

POS-KUPANG.COM- Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, grasi yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada terpidana kasus pelecehan seksual terhadap anak, Neil Bantleman, mencederai gerakan nasional untuk menghentikan kejahatan seksual terhadap anak.

Neil Bantleman merupakan mantan guru Jakarta Internasional School (JIS) yang divonis bersalah dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

"Apa yang dilakukan oleh Presiden dengan pemberian grasi terhadap guru itu mencederai dan melemahkan gerakan nasional pemutus mata rantai kejahatan seksual terhadap anak," ujar Arist saat dihubungi Kompas.com, Minggu (14/7/2019).

Arist mempertanyakan alasan Jokowi memberikan grasi terhadap eks guru JIS itu.

Langkah Jokowi itu mengecewakan Komnas PA dan para pegiat perlindungan anak yang selama ini terus-menerus mengampanyekan adanya hukumam berat bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

"Mahkamah Agung juga sudah menentukan inkrah itu (hukuman) 11 tahun (penjara), bersalah dia. Kok bisa dianulir seperti itu dengan pemberian grasi," kata Arist.

Tantowi Yahya Puji Kesungguhan NTT di Pacific Exposition 2019

Festival Sandelwood di Kabupaten Sumba Timur, Begini Harapan DPRD NTT  

Neil Bantleman bebas dari Lapas kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, pada 21 Juni 2019.

Dia dibebaskan karena mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13/G tahun 2019 tanggal 19 juni 2019. Kepres tersebut memutuskan berupa pengurangan pidana dari 11 tahun menjadi 5 tahun 1 bulan dan denda pidana senilai Rp 100 juta. Neil saat ini sudah berada di negara asalnya di Kanada.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Grasi Jokowi Dinilai Cederai Gerakan Hentikan Kejahatan Seksual terhadap Anak", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/07/14/11200631/grasi-jokowi-dinilai-cederai-gerakan-hentikan-kejahatan-seksual-terhadap.
Penulis : Nursita Sari
Editor : Egidius Patnistik

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved