Di Manggarai Barat-NTT: Panoramanya Memanjakan Mata, Ruas Jalannya Memilukan Rasa.

Pantai selatan yang biru hanya ditemani hembusan sepoi. Silir semilirnya kadang kala menjadi kencang hingga menutupi bunyi pecahnya ombak.

Di Manggarai Barat-NTT: Panoramanya Memanjakan Mata, Ruas Jalannya Memilukan Rasa.
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Kapal wisata di Labuan Bajo1 

POS KUPANG.COM - Ruas jalan berkelok-kelok, gulungan ombak pecah meninggalkan dentuman seperti menepis sunyi sepanjang jalan.
Buih-buih memutih bagai bermekaran melambung tinggi saat ombak pecah di bibir pantai.

Bebatuan dan karang yang merekah, menahan busa ombak namun hanya sebentar.
Selepas Nangalili di Kecamatan Lembor Selatan, rumah atau bangunan lain bisa dihitung jari tangan, setelah itu hanya semak dan pepohonan.

Pantai selatan yang biru hanya ditemani hembusan sepoi. Silir semilirnya kadang kala menjadi kencang hingga menutupi bunyi pecahnya ombak.

Saat melintasi bibir pantai, ruas jalannya lurus dan sepi. Namun ruas ini juga membawa kita mengitari pinggang dan punggung bukit sehingga harus berkelok-kelok hingga ke puncak lalu turun lagi dan kembali jalan lurus.

Batu-batu pantai terlihat jelas menumpuk berbagai ukuran.
Walau ruas jalan membawa kita hingga di puncak, view pantai selatan tak pernah lepas dari pelupuk mata.

Sejak meninggalkan Nangalili, panorama pantai telah menjemput mulai dari Desa Repi.

Ada bukit tinggi di salah satu sudut jauh seberang pantai, bukit yang mirip gugusan paling tinggi di daratan itu.

Semakin kita melintas jauh di jalan itu, gugusan itu juga seperti ikut berjalan menemani arah langkah kita. Makin lama makin jelas dan makin mendekat.

"Itu bukan bukit di daratan Flores Pak. Itu Pulau Mules namanya," kata Pak Mateus, salah satu guru yang ditemui di Kampung Borik, Desa Borik, Kabupaten Manggarai.
Dari Nangalili sampai Repi, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) hingga di Desa Borik, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, akses jalannya sudah dibuka.

Sejumlah jembatan telah dibangun, walaupun badan jalan tak semulus ruas Lembor - Ruteng, namun relatif representatif untuk dilewati kendaraan pengangkut wisatawan.

Halaman
1234
Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved