Rabies, Kepung Tiga Kabupaten di Flores

Serangan virus anjing rabies kembali mengganas mengepung lima kabupaten di Pulau Flores.

Rabies,  Kepung Tiga Kabupaten di  Flores
POS KUPANG.COM/EGINIUS MOA
Petugas mengambil sampel darah anjing untuk pemeriksaan kekebalan tubuh terhadap rabies paska vaksinasi yang dilakukan oleh peneliti Charlotte Warembourg dari Veterinary Public Health Institute University Of Bern Swiss, bersama Dr.Edwaldus Wera, pada bulan Agustus 2018 di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. 

Rabies,  Kepung Tiga Kabupaten di  Flores

POS-KUPANG.COM|MAUMERE-- Serangan  virus   anjing  rabies kembali  mengganas  mengepung lima  kabupaten  di  Pulau   Flores.

Di  Kabupaten  Sikka ditemukan sedikitnya  22  kasus positif rabies,  di Ngada dan  Manggarai  ditemukan masing-masing dua  kasus  positif rabies  berdasarkan  hasil  pemeriksaan  spesimen   dari  Laboratorium  Veteriner Denpasar  di  Pulau Bali  selama   bulan  Juli 2019.

Data  diperoleh POS-KUPANG.COM, Sabtu (13/7/2019)  menyebutkan dua  kasus  gigitan  positif  di  Ngada  berdasarkan  hasil  laboratorium, 12  Juli 2019. 

Di  Desa  Ubedolu Molo, Kecamatan Bajawa, anjing berusia  tiga  bulang menggigit   seorang  tanpa provokasi. Satu  gigitan lain  terjadi di Desa  Beapawe, Kecamatan   Golewa Barat.  Seekor  anjing berusia  tiga  bulan  hampir  mengigit petugas  pada saat  melakukan   vaksin.

Di  Manggarai, hasil pemeriksaan  laboratorium veteriner  Bali 10 Juli  2019  menemukan dua kasus  gigitan  positif  rabies.  Di Kelurahan Karot,  Kecamatan Langke Rembong, seekor anjing berusia   delapan  bulan menggigit tanpa  diprovokasi.  Sedangkan  di  Desa Benteng Poco, Kecamatan Wae Rii, anjing menggigit dua orang  tanpa provokasi.

Sekretaris  Komite Penanggulangan  Rabies Flores-Lembata, dr. Asep  Purnama,  ditemukanya kembali virus  rabies di tiga kabupaten  harus menjadi kewaspadaan dan  gerakan bersama melakukan  pemberantasan.

Kabupaten  Nagekeo dan  Ende berada  di tengah  berpotensi   besar   tertular, sebab lalu lintas  hewan penular  rabies  (HPR),anjing,kucing dan kera  relatif tinggi antarwarga  masyarakat   dari Ngada  maupun  Sikka.     

“Flores ini  benar-benar dikepung  virus  rabies,   akan menjadi  potensi  besar  kalau  tidak ada gerakan bersama   menanganinya. Semua  kabpaten haruis bergerak bersama,” kata   Asep  Purnama dimintai  tanggapan,  Sabtu   (23/7/2019) di Maumere.

Para Kades Berbagi Pengalaman di Kegiatan Bursa Inovasi Desa

Hari Koperasi Tingkat NTT Digelar di Sumba Barat

Sejak Januari-Juli Ada 59 Jenazah TKI asal NTT

Ia mengatakan  rabies   mirip teroris yang setiap waktu menebarkan ancaman kepada  siapapun  bahkan kepada  pemiliknya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved