Para Kades Berbagi Pengalaman di Kegiatan Bursa Inovasi Desa

Bantuan dana desa yang nilainya miliaran rupiah diharapkan memotivasi kepala desa untuk berinovasi.

Para Kades Berbagi Pengalaman di Kegiatan Bursa Inovasi Desa
POS KUPANG/EDY HAYONG
Wabup Kupang, Jerry Manafe bersama camat dan kepala desa juga pejabat dari Provinsi NTT berfoto bersama di Nekbaun, Amarasi Barat, Jumat (13/7/2019) 

Para Kades Berbagi Pengalaman di Kegiatan Bursa Inovasi Desa

POS-KUPANG.COM I AMARASI-Para kepala desa (kades) dari Zona III Kabupaten Kupang
meliputi Kecamatan Amarasi, Amarasi Barat, Amarasi Timur, Amarasi Selatan, Kupang Timur, Kupang Tengah, Amabi Oefeto, saling berbagi pengalaman di kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID). Kegiatan yang terpusa di Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Jumat (12/7/2019) ini, dikemukakan mengenai inovasi yang dikembangkan menggunakan dana desa.

Kepala Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Benny Kanuk pada kesempatan dialog yang disiarkan langsung RRI Kupang, menyampaikan inovasi yang dikembangkan di desanya.

Dihadapan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, Asisten II Sekda NTT, Samuel Rebo, Kepala BPMD Kupang, Charles Panie, para camat dan undangan lain, Benny menjelaskan, dana desa yang diberikan pemerintah pusat sangat membantu masyarakat.

Melalui dana desa, kata Benny, pemerintah dan warga sama-sama merumuskan kebijakan untuk pembangunan di desa. Dalam masa kepemimpinannya, kata Benny, terobosan yang dilakukan soal pengembangan coklat memanfaatkan potensi tanaman kelor. Semua usaha ditangani melalui BUMDes.

Dirinya melanjutkan, dari usaha itu, pihaknya memciptakan inovasi dengan mengembangkan potensi wisata pantai Sulamanda.

Sejak diberlakukannya sistem penagihan karcis, total tertinggi dalam sebulan bisa mencapai Rp 7 jutaan.

"Kekurangan kami sekarang soal penerangan listrik karena arus kunjungan bisa sampai Pukul 23.00 Wita. Kami masih gunakan genset. Selain itu jalan masuk ke lokasi juga sempit, ini yang tengah kami benahi," katanya.

Kades Nikbaun, Samuel Oetemusu mengatakan, pihaknya juga berinovasi dari dana desa dengan membenahi  fasilitas sarana olahraga multifungsi dan pembuatan pakan ternak sapi-kambing.

Kendala sarana dan prasarana olahraga ini karena program inovasi yang ada diprogramkan tahun 2018 dan baru jalan 2019. Untuk itu dirinya meminta penegasan apakah diperkenankan melanjutkan pada tahun 2019 ini.

Sementara Yakob Mbere, tokoh masyarakat Desa Oebesi, Amarasi Timur mengatakan, pihaknya berinovasi memanfaatkan tanaman kelor dalam menekan stunting. Pihak desa menyiapkan makanan bergizi untuk membantu menekan persoalan stunting.

Wabup Jerry Manafe pada kesempatan ini mengatakan, program Revolusi 5P yang sudah dicanangkan pemkab perlu dijawabi jajaran di tingkat bawa baik kecamatan dan desa. Bantuan dana desa yang nilainya miliaran rupiah diharapkan memotivasi kepala desa untuk berinovasi.

Hari Koperasi Tingkat NTT Digelar di Sumba Barat

Ajak Warga Kawal Dana Desa, Pemuda di Amfoang Barat Laut Pasang Baliho di Enam Desa

VIDEO: Ramainya Pengunjung Kharisma Stationery di Kupang. Sambut Tahun Ajaran Baru

"Jangan cuma pikirkan soal infrastruktur saja. Tapi inovasi lain seperti sektor pariwisata, peternakan ayam kampung. Dibutuhkan inovasi melalui dana desa itu," kata Jerry.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

 
 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved