Warga Sono Datangi Polres TTS Pertanyakan Penanganan Kasus Kades Sono

Lima warga Desa Sono Jumat (12/7/2019) pagi mendatangi Polres TTS. Ini tujuan kedatangan mereka

Warga Sono Datangi Polres TTS Pertanyakan Penanganan Kasus Kades Sono
POS-KUPANG.COM/ DION KOTA
Warga Desa Sono di Polres TTS 

Warga Sono Datangi Polres TTS Pertanyakan Penanganan Kasus Kades Sono

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG | SOE - Lima warga Desa Sono di antaranya, Otnial Tampani, Sakarias Tae, Martinus Tampani, Yeskial Toto dan Mateos Tampani, Jumat (12/7/2019) pagi mendatangi Mapolres TTS.

Tujuan kedatangan mereka untuk mempertanyakan penanganan kasus  dugaan pemalsuan tanda tangan dengan tersangka Kepala Desa Sono, Elkana Boti.

Pasalnya, kepada masyarakat Sono, Sang Kades Elkana mengaku dirinya sudah bebas dari jeratan hukum.

Hal inilah yang membuat masyarakat tidak puas sehingga mempertanyakan penanganan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan bendahara desa Sono, Otnial Tampani yang dilakukan oleh tersangka Kades Elkana untuk kepentingan pencairan dana desa tahap II tahun 2018 tersebut.

Masyarakat Desa Sono diterima Wakapolres TTS, Kompol Herman Bessi di ruang kerjanya. Kepada Kompol Herman, masyarakat mengaku, kebingungan dengan proses penanganan kasus dugaan Pemalsuan tandatangan tersebut.

Sebagai pelapor kasus tersebut, Otnial tidak pernah menerima surat pemberitahuan perekembangan hasil penyidikan (SP2HP), dan tiba-tiba mendapatkan informasi dari tersangka jika dirinya sudah bebas.

Yunus Akunut Optimis Destinasi Wisata Tubafu Diminati Pengunjung

"Dia (Tersangka Elkana Boti) sudah buat syukuran di desa karena dia mengaku sudah bebas dari jeratan hukum. Sedangkan saya sebagai pelapor tidak pernah terima SP2HP kasus yang saya laporkan ini. Jadi saya datang untuk pertanyakan sebenarnya kasus ini masih lanjut atau tidak. Kami di desa sudah resah kenapa dia bisa bebas" tanya Otnial.

Wakapolres TTS Kompol Herman Bessie menegaskan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang menjerat Kades Sono tetap berjalan. Seorang tersangka atau terdakwa hanya bisa dinyatakan bebas atau tidak bersalah oleh majelis hakim, bukan oleh siapa-siapa apa lagi oleh penyidik.

Dalam waktu dekat, Kompol Herman berjanji akan mengirim penyidik ke Bali untuk mengambil hasil forensik dari lab forensik di bali. 

Edukasi Kerukunan, Kaum Perempuan Lintas Agama Kupang Gelar Pertandingan Bola Voli

"Kasusnya masih kita proses. Agar kasus ini bisa segera tuntas kita akan mengirim penyidik untuk segera ambil hasil foresnsik," janjinya.

Menariknya, kedatangan masyarakat desa sono tak sendiri, mereka didampingi oleh tiga orang kuasa hukum yakni Stev Pobas, Simon Tunmuni dan Agus Banamtuan. 

Untuk diketahui Kepala Desa Sono, Elkana Botti resmi ditahan di sel tahanan Polres TTS terkait kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Bendera Sono setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 5 jam di ruang Satgas Tipikor Polres TTS pada Rabu ( 16/1/2019).

Elkana yang sudah menyandang status sebagai tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan.(*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved