VIDEO: Esthy Sebut Tenun Ikat Sumba Timur Luar Biasa

VIDEO: Esthy Sebut Tenun Ikat Sumba Timur Luar Biasa. Esthy merupakan Staf Ahli Kementerian Pariwisata Bidang Manajemen Kalender of Event

VIDEO: Esthy Sebut Tenun Ikat Sumba Timur Luar Biasa

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- VIDEO: Esthy Sebut Tenun Ikat Sumba Timur Luar Biasa

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Kalender of Event Kementerian Pariwisata RI, Dra. Esthy Reko Astuty, M.Si, mengatakan, khusus tenun ikat di Propinsi NTT dan khususnya  tenun ikat Sumba Timur, sangat luar biasa.

"Pokoknya banyak sekali variasi dari motifnya dari 22 wilayah Kecamatan di Sumba Timur. Setiap motif memiliki latar belakang dan memiliki filosofi seperti mamuli dan lain sebagainya memiliki lambang kesuburan dan kesejahteraan."

Esthy Reko Astuty mengatakan itu saat ditemui POS-KUPANG. COM di lokasi Expo Tenun Ikat Sumba di lapangan Pahlawan, Kota Waingapu, Kamis (11/7/2019) siang.

Kata dia, kegiatan itu menjadi story telling dari sisi industri tenun atau industri kreatif yang sangat menarik perhatian. Tapi dari sisi event, event Festiva Sandelwood dan Expo Tenu Ikat Sumba, masuk dalam satu dari 100 Wonderful event yang masuk dalam kalender of event Indonesia.

"Jadi memang kita sudah promosikan terkait event ini, memang dalam promosi ini sebenarnya nilainya mahal. Tapi bagaimana cara kita untuk menarik orang datang atau berkunjung untuk dapat memberikan dampak  meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat Sumba Timur, dan juga memberikan PAD bagi Pemda setempat,"kata Esthy.

Esthy mengatakan, kegiatan Festival Sandelwood dan Expo Tenun Ikat Sumba ini adalah yang diinginkan Presiden RI Jokowi untuk menjadi festival tahunan, dimana saat tahun 2017 lalu beliau datang ke Sumba.

Kata dia, pesan presiden Jokowi kepada menteri Pariwisata agar jika melakukan suatu event harus dilakukan secara profesional oleh Pemerintah Daerah, dengan didukung oleh Kementerian Pariwisata dengan memfasilitasinya.

"Menindaklanjuti apa yang diinginkan Pak Presiden itu, Kementerian Pariwisata sangat mendukung event festival tersebut agar menjadi event tahunan khususnya Festival Sandelwood dan Expo Tenun Ikat Sumba yang sudah dilaksanakan tiga tahun berturut-turut. Kita harapkan semakin lama semakin terkenal, semakin profesional dan berstandar internasional," kata Esthy.

Ditanya terkait even tersebut apakah hanya sepenuhnya ditanggung oleh pemda setempat dengan kondisi anggaran yang terbatas, kata Esthy, event itu bukan event kabupaten, tetapi harus bersinergi dengan pemerintah propinsi, dan pemerintah pusat melalui kementerian pariwisata.

 Dari Kabupaten juga bukan hanya dinas pariwisata setempat, tetapi butuh dukungan dari dinas teknis lainnya. Juga peran serta semua komponen di daerah itu.

"Pariwisata itu nggak bicara sektoral, misalnya Sumba Timur jadi punya Sumba Timur tapi harus berpikir sama-sama untuk bersinergi," pungkas Esthy. (POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Nonton Videonya Di Sini:

Penulis: Robert Ropo
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved