Pospera Sesalkan Tingginya Angka Ketidakhadirkan Anggota DPRD Dalam Sidang Paripurna

Ketua Pospera Kabupaten TTS, Yerem Fallo menyesalkan tingginya angka ketidakhadiran anggota DPRD Kabupaten TTS dalam sidang paripurna.

Pospera Sesalkan Tingginya Angka Ketidakhadirkan Anggota DPRD Dalam Sidang Paripurna
POS KUPANG/DION KOTA
kursi kosong masih menghiasi sidang paripurna DPRD Kabupaten TTS yang berlangsung Jumat (1272019) 

Pospera Sesalkan Tingginya Angka Ketidakhadirkan Anggota DPRD Dalam Sidang Paripurna

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM | SOE - Ketua Pospera Kabupaten TTS, Yerem Fallo menyesalkan tingginya angka ketidakhadiran anggota DPRD Kabupaten TTS dalam sidang paripurna.

Menurutnya persoalan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi karena paripurna adalah momentum penting bagi para wakil rakyat untuk menyampaikan banyak hal terkait pengawasan, anggaran dan legislasi.

Banyaknya persoalan yang terjadi di daerah TTS salah satu penyebebnya adalah lemahnya fungsi kontrol dari

DPRD TTS terhadap pemerintah. Ia mencontohkan kasus SPJ Fiktif dana desa yang terjadi di Kabupaten TTS disebabkan karena buruknya monitoring dan pendampingan dari PMD dan buruknya pengawasan dari inspektorat, itu juga sebab dari lemahnya fungsi kontrol DPRD TTS.

"Kita sangat menyesalkan kalau tingkat ketidakhadiran wakil rakyat untuk ikut sidang soal rakyat masih tinggi. Padahal, dalam sidang paripurna wakil rakyat bisa menyampaikan hasil pengawasan dan aspirasi masyarakat. Jika wakil rakyat tidak hadir, lalu siapa yang akan menyampaikannya," ungkap Yerem kepada pos Kupang.com, Jumat (12/7/2019) melalui pesan WhatsApp.

"Bagaimana anggota DPRD TTS bisa mengawasi pemerintah dengan baik jika berkantor saja malas. Sidang paripurna saja tidak hadir artinya mereka acuh tak acuh dengan persoalan yang terjadi di masyarakat. DPRD tidak hanya buat aturan, dan anggarkan tetapi wajib melakukan pengawasan agar implementasinya bisa benar," sambungnya.

Derita Pasutri Patah Kaki di Sikka Sampai ke Telinga Presiden Jokowi

Warganet ikut berkomentar terkait tingginya presentase ketidakhadiran anggota DPRD Kabupaten TTS dalam sidang paripurna. Akun Facebook Fiand Selan menyebut sikap anggota DPRD Kabupaten TTS tersebut sebagai sikap yang sangt tidak terpuji.

Ia merasa kasihan dengan sikap anggota DPRD Kabupaten TTS yang dinilai tidak serius dalam membahas tugas dan tanggung jawab untuk rakyat yang sudah memilih dengan hati nurani.

Warganet lainnya, Spin Selan menulis jika Kabupaten TTS tidak maju karena ulah seperti itu. Sidang tidak ikut tetapi uang masuk.

Untuk diketahui, presentase ketidakhadiran anggota DPRD Kabupaten TTS dalam tiga sidang paripurna terakhir berada dikisaran angka 35 hingga 46 persen.

Tahun 2019, Dinkes TTS Deteksi 46 Penderita Katarak

Terburuk pada sidang paripurna terakhir, 10 Juli dimana jumlah anggota DPRD Kabupaten TTS yang tidak hadir berjumlah 18 orang dari total 39 anggota DPRD dikurangi almarhum Lena Liufeto atau presentase ketidakhadiran mencapai 46 persen.

Pada sidang paripurna 17 Juni, jumlah anggota DPRD Kabupaten TTS yang tidak hadir berjumlah 15 orang atau 38 persen yang tidak hadir. Pada sidang 2 Juli, jumlah anggota DPRD Kabupaten TTS yang tidak hadir berjumlah 14 orang atau sekitar 35 persen. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved