Maxs Sanam, Perguruan Tinggi Perlu Reorientasi Pengembangan Kurikulum

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Dr.drh. Maxs U.E. Sanam,M.Sc mengatakan, perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum

Maxs Sanam, Perguruan Tinggi Perlu Reorientasi Pengembangan Kurikulum
POS-KUPANG.COM/ LAUS MARKUS GOTI
Ketua LP3M, Dr.Stef P. Manongga, MS saat menyerahkan draf buku revisi kurikum di era Indusri 4.0 kepada Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr.drh.Maxs U.E.Sanam, M.Sc di Undana, di ruang lantai tiga Undana Kupang, Kamis, (1172019 

Maxs Sanam, Perguruan Tinggi Perlu Reorientasi Pengembangan Kurikulum

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr.drh. Maxs U.E. Sanam,M.Sc mengatakan, perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum.

Menurutnya reorientasi kurikulum dilakukan untuk menjawab tantangan besar yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum di era Industri 4.0, yakni menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan literasi baru meliputi literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia.

Hal itu disampaikan Maxs Sanam ketika membuka sosialisasi kurikulum Pendidikan Tinggi di era Industri 4.0 yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Undana, di ruang lantai tiga Undana Kupang, Kamis, (11/7/2019).

Hadir pada kesempatan itu, pimpinan universitas, Pascasarjana, Dekan, Wadek, serta para Ketua Program Studi di lingkungan Undana.

"Tantangan kita yaitu bagaimana menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan literasi baru meliputi literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia, yang berakhlak mulia di era industri 4.0 ini," ungkapnya.

Negara-negara Pacifik Sebut Nusa Tenggara Timur sebagai Saudara Tua

Plt. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Undana itu lebih lanjut mengemukakan, Pendidikan tinggi dalam menyusun atau mengembangkan kurikulum, wajib mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

"Itu sesuai Peraturan Presiden Nomor 8 dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, mendorong semua perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut," ungkapnya.

Menurutnya perguruan tinggi sebagai penghasil sumber daya manusia terdidik perlu mengukur apakah lulusan yang dihasilkan memiliki kemampuan setara dengan kemampuan capaian pembelajaran yang telah dirumuskan dalam jenjang kualifikasi KKNI.

Fred Benu Heran Ada Mahasiswa Undana Penerima Beasiswa Nilainya Malah Anjlok

Halaman
12
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved