Ini Alasan Pedagang Pasar Rada Mata SBD Memilih Pinjam Uang Di Rentenir

Para pedagang sayur dan ikan di Pasar Rada Mata, Tambolaka, Sumba Barat Daya, mengaku lebih memilih pinjam uang di rentenir daripada di Bank

Ini Alasan Pedagang Pasar Rada Mata SBD Memilih Pinjam Uang Di Rentenir
Pos Kupang/Petrus Piter
PKL di Pasar Rada Mata, Sumba Barat Daya

Ini Alasan Pedagang Pasar Rada Mata SBD Memilih Pinjam Uang Di Rentenir 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA- Para pedagang sayur dan ikan di Pasar Rada Mata, Tambolaka, Sumba Barat Daya, mengaku lebih senang meninjam uang sama rentenir ketimbang meminjam uang di koperasi dan bank.

Hal itu karena selain sudah saling mengenal, para rentenir juga tidak memaksa membayar kalau belum laku jualannya. Kadang 2-3 hari baru bayar. Memang bunganya cukup besar, tetapi lebih gampang dapat pinjamannya, artinya kalau hari ini, saya minta pinjam langsung dilayani tanpa persyaratan apapun.

Sedangkan kalau meminjam di koperasi dan bank penuh persyaratannya. Dan waktu realisasi pinjamanpun cukup lama, minimal satu sampai dua minggu baru dapat pinjaman. Itupun kalau persyaratannya lengkap. Apalagi harus ada jaminan. Apa yang mau kami jaminkan, sementara kami hanya pedagang kecil tak punya apa-apa.

Demikian penuturan sejumlah pedagang sayur dan ikan segar yang secara terpisah ditemui POS-KUPANG.COM di Pasar Rada Mata, Tambolaka, Sumba Barat Daya, Jumat (12/7/2019) siang. Para pedagang tersebut diantaranya Yuliana Ngongo Dappa, Vinsen Kaka, Ina Lilis (pedagang sayur) dan Ilham, Ama Umbu dan Jafar (pedagang ikan segar).

Nasabah Juluki Koperasi Harian Dengan Sebutan Koperasi Selamat Pagi

Menurut Yuliana Ngongo, meminjam uang di koperasi atau di bank terlalu banyak persyaratanya. Pelayanapun tidak cepat. Petugas selalu beralasan harus survei dan lain-lain. Sementara itu, meminjam uang sama teman (rentenir) sangat cepat, begitu kita minta langsung dilayani, berapapun besarnya. Paling banyak Rp 5 juta. Biasanya, meminjam antara 500.000,00-2.0000.000. Rata-rata setiap hari menyetor Rp 50.000-Rp 100.000/hari dari besaran pinjaman antara Rp 500.000,00- 1.000.000,00. Biasanya pemilik modal untung Rp 250.000,00-Rp 500.000,00.

Sementara itu Ama Umbu dan Jafar, mengatakan, lebih baik meminjam sesama teman ketimbang koperasi dan bank. Kalau sama teman, tidak repot. Pokoknya mudah. Kapan butuh, langsung dilayani. Sedangkan kalau sama koperasi dan bank terlalu banyak persyaratannya.

Koperasi Jangan Hanya Fokus Simpan Pinjam tapi Bergerak juga pada Sektor RIil

Jafar menambahkan, dulu ada koperasi harian, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi. Yang ada koperasi mingguan. Besaran pinjaman juga sesuai kebutuhan. Hanya saja pedagang lebih banyak meminjam sesama teman karena sudah saling percaya dan saling memahami. Misalnya, kalau jualan belum laku maka setoran tertunda pula. orangnya juga tidak macam-macam. Pokoknya cukup pengertian karena setiap hari berada di pasar pula sehingga memahami jualan laku atau tidak laku. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved