Begini Himbauan Kapolres Ngada kepada Warga terkait Kamtibmas

apolres Ngada, AKBP Andhika Bayu Adhittama, S.IK, M.H meminta warga masyarakat Nagekeo dan Ngada untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas.

Begini Himbauan Kapolres Ngada kepada Warga terkait Kamtibmas
Pos Kupang.com/Gordi Donafan
Kapolres Ngada, AKBP Andhika Bayu Adhittama, S.IK, MH dan Dandim1625/Ngada Made I Putra Suartawan. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kapolres Ngada, AKBP Andhika Bayu Adhittama, S.IK, M.H meminta warga masyarakat Nagekeo dan Ngada untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas.

Pihaknya terus berupaya agar Ngada dan Nagekeo tetap kondusif. Dan di dua Kabupaten ini situasi Kamtibmas aman terkendali.

AKBP Andhika mengatakan beberapa waktu lalu, Polres Ngada dan Kodim 1625/Ngada berkunjung di Perbatasan. Itu dalam rangka menghimbau masyarakat Benteng Tawa 1 agar tidak boleh melakukan tindakan-tindakan kriminal yang mengarah ke pidana.

BREAKING NEWS: Di Kabupaten Manggarai-NTT, Rumah Dinas Puskesmas Timung Terbakar

TIm SAR Hentikan Pencarian  Siswa  SMKN  Larantuka-NTT di Kangean, Jawa Tengah

"Sudah melakukan komunikasi dengan Kapolres Manggarai agar bisa menghentikan tindakan warga Desa Sangankalo Kecamatan Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur," ungkap AKBP Andhika, Jumat (12/7/2019).

Sementara itu Dandim 1625/Ngada Made I Putra sudah melakukan komunikasi dengan KODIM Manggarai agar bisa menghentikan tindakan warga. Kapolres Ngada melanjutkan bahwa, sekembalinya dari lokasi akan melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah agar bisa mengambil langkah yang tepat dan solutif.

Akses Transportasi di Perbatasan Normal

Eko, Penemu Jenazah Thoriq di Gunung Piramid: Sempat Duduk di Samping Jenazah, Begini Kisahnya

Sebelumnya, setelah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat pada 14 Mei 2019 di Kupang memutuskan sengketa perbatasan antar Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur yakni, bagian utara di Bawe dan bagian selatan di Bali Bakit.

Keputusan sengketa perbatasan yang sudah 46 tahun sejak tahun 1973 ini dihadiri oleh Bupati Ngada Paulus Soliwoa dan Bupati Manggarai Timur Andereas Agas, pimpinan organisasi perangkat daerah, para asisten, anggota DPRD dan tokoh masyarakat dari dua kabupaten tersebut.

Salah satu rekomendasi saat itu adalah gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta kepada pemerintah kabupaten Ngada adalah segera membuka pagar di perbatasan agar akses transportasi kembali lancar dari Ngada ke Matim, demikian sebaliknya dari Matim ke Ngada.

Diduga terkait Suap Reklamasi, KPK Tahan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved