Warlami Beri Pelatihan kepada Penenun di Ngada Saat Meriahkan Festival Inerie

Perkumpulan warna alami Indonesia (Warlami) turut terlibat dalam kegiatan Festival Inerie 2019 yang digelar di kabupaten Ngada.

Warlami Beri Pelatihan kepada Penenun di Ngada Saat Meriahkan Festival Inerie
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Tenun motif Ngada yang dipakai model junior saat Festival Inerie Juli 2019 

Warlami Beri Pelatihan kepada Penenun di Ngada Saat Meriahkan Festival Inerie

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Perkumpulan warna alami Indonesia (Warlami) turut terlibat dalam kegiatan Festival Inerie 2019 yang digelar di kabupaten Ngada.

Perkumpulan warlami memberikan pelatihan kepada para penenun bagaimana caranya menghasilkan warna yang berkualitas pada sebuah produk kain.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Ngada, Todis Reo menyampaikan terima kasih atas partisipasi Warlami di Festival Inerie 2019.

"Ini luar biasa dan sangat bagus. Terima kasih semuanya. Kami sampaikan permohonan maaf bila ada kekurangan," ujar Todis, kepada POS KUPANG.COM, Kamis (11/7/2019).

Sementara Sekretaris Jendral Perkumpulan Warlami, Suroso, mengatakan bahwa tujuan mereka selama Festival Inerie berlangsung adalah memberikan pelatihan kepada para penenun agar bisa menghasilkan warna kain yang berkualitas.

Suroso mengatakan, sebagian besar para penenun telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai, namun ada beberapa hal yang mesti mereka diskusikan dan bagikan bersama, misalnya tentang cara mewarnai benang tenun menggunakan pewarna alami.

Teknik pewarnaan yang mereka bagikan adalah bagaimana mewarnai sebuah benang tenun, dengan memanfaatkan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan latar belakang pembuatan tenun ikat di kabupaten Ngada.

Iban Medah Koordinasi Percepatan Pembangunan NTT dengan Pemkab Kupang

Ia mengatakan tugas mereka selama memberikan pelatihan adalah untuk meningkatkan kualitas pewarnaan pada benang tenun.

Dia berharap agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, dan tidak hanya sekedar sekali dan tidak ada kelanjutan lagi.

Sementara itu, seorang anggota kelompok tenun ikat Krya Tololela, Skolastika Dhone, mengatakan bahwa pihaknya bersyukur karena ada pelatihan seperti ini.

Citilink Indonesia Terapkan Kebijakan Pemerintah RI Sesuaikan Harga Tiket Pesawat

"Ada teknik-teknik pewarnaan yang keliru kami terapkan selama ini. tetapi dengan adanya pelatihan seperti ini, kekeliruan yang kami lakukan selama ini bisa diperbaiki," ujarnya.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved