Pembangunan Polres Di Wilayah Perbatasan, Polda NTT Tunggu Persetujuan Kemenpan RB

termasuk dua kabupaten perbatasan yakni Kabupaten Malaka dan Kabupaten Sabu Raijua.

Pembangunan Polres Di Wilayah Perbatasan, Polda NTT Tunggu Persetujuan Kemenpan RB
POS KUPANG/RYAN NONG
Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman 

Pembangunan Polres Di Wilayah Perbatasan, Polda NTT Tunggu Persetujuan Kemenpan RB

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dalam rangka peningkatan pelayanan kepolisian bagi masyarakat, Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur telah mengajukan usulan pembentukan dan pembangunan beberapa Kepolisian Resort baru di wilayah hukum Polda NTT.

Pasalnya, hingga saat ini, ada beberapa kabupaten pemekaran di NTT belum memiliki Polres sendiri, termasuk dua kabupaten perbatasan yakni Kabupaten Malaka dan Kabupaten Sabu Raijua.

Kabupaten Malaka merupakan pemekaran dari Kabupaten Belu di Pulau Timor yang berbatasan langsung dengan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Sedangkan Kabupaten Sabu Raijua merupakan pemekaran dari Kabupaten Kupang yang berada di wilayah selatan Laut Sawu dan berbatasan langsung dengan Australia.

Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman kepada wartawan usai memimpin apel HUT Bhayangkara ke-73 di Mapolda NTT pada Rabu (10/7/2019) menjelaskan bahwa sebagaimana idealnya, Polda mengharapkan agar setiap kabupaten atau kota di NTT dapat memiliki polres masing masing.

Polda NTT, jelas jenderal bintang dua ini, telah mengusulkan pembentukan Polres baru untuk wilayah Polda NTT kepada Mabes Polri. Dan Mabes Polri pun telah mengusulkannya kepada pemerintah.

"Kita mengharapkan semua kabupaten kota sudah ada Polresnya, tetapi memang tidak bisa Polda sendiri yang membangun. Kita sudah mengusulkan ke Mabes dan Mabes sudah usulkan ke pemerintah," katanya.

Mantan Kadivkum Mabes Polri ini mengatakan, usulan tersebut sudah dikaji oleh Kemenpan RB dan saat ini pihak kepolisian sedang menunggu hasil kajian tersebut.

"Menpan sudah lakukan pengkajian. Kalau kita berharap semua disetujui, saat ini kita masih menunggu," tambahnya.

Pembentukan Polres, lanjut Kapolda, sangat membantu pelaksanaan tugas tugas kepolisian terutama di wilayah perbatasan negara.

"Urgensinya, ini sangat membantu untuk pelaksanaan tugas tugas kepolisian terutama di daerah perbatasan seperti di Malaka dan Sabu," katanya.

Dua wilayah perbatasan tersebut, disebutnya cukup potensial untuk segera dibentuk Polres demi memudahkan pelayanan. Di samping itu, untuk mencapai mencapai wilayah perbatasan seperti Sabu, terbilang agak kesulitan dari sisi transportasi.

"Kita agak kesulitan dari sisi efisiensi, jadi kita harapkan bisa ada pembangunan Polres baru," pungkasnya.

Saat ini, dari 22 kabupaten kota di NTT baru terdapat 16 Polres. Sebanyak lima kabupaten masih bergabung dengan Polres di wilayah kabupaten induk.

Anda Butuh Pekerjaan? PT Pelni Buka Lowongan, Ini Status Pegawainya jika Diterima!

BPJS Kesehatan Gandeng Kejaksaan Negeri Untuk Sukseskan JKN-KIS,Yuk Simak!

Ternyata ini Rahasia Cantik Ala Nagita Slavina dan Tasya Kamila, Rutin Minum ini, Ada Kok di Rumah!

Wilayah tersebut adalah Kabupaten Nagekeo yang masih bergabung dengan Polres Ngada, Kabupaten Manggarai Timur yang bergabung dengan Polres Manggarai, Kabupaten Sumba Tengah dengan Polres Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan Polres Sumba Barat, Kabupaten Sabu Raijua dengan Polres Kupang Kabupaten dan Kabupaten Malaka dengan Polres Belu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved