Oknum Pejabat PMD Sikka Perdayai 11 Desa di Sikka

Oknum ASN TL, yang bekerja di Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Pulau Flores, ditengrai memperdayai 11 kades di sikka

Oknum  Pejabat PMD  Sikka Perdayai  11  Desa di  Sikka
POS-KUPANG.COM/ EGINIUS MO'A
Kajari Maumere, Azman Tanjung, S.H 

Oknum  Pejabat PMD  Sikka Perdayai  11  Desa di  Sikka

POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Oknum aparatur  sipil  negara  (ASN), yang bekerja di  Dinas  Pemerintahan Masyarakat Desa  (PMD)  Kabupaten Sikka,  Pulau  Flores, ditengrai memperdayai 11 kepala desa di Kabupaten Sikka.

TL yang kini jadi  buronan Kejaksaan  Negeri  Maumere melakukan pengadaan berbagai   fasilitas  desa  menggunakan  perusahaan  milik istri   TL.

TL  telah hilang sejak   November  2018  dan  tidak  diketahui  keberadaan. Penyidik  sulit  menemukanya setelah rumahnya di  Maumere disita bank  karena lilitan  pinjaman.

Kepala   Kejaksaan Negeri Maumere, Azman Tanjung, S.H,   mengatakan  total kerugian  diderita  desa-desa  mencapai  Rp 350  juta.

“Kasus  ini menyulitkan  kami. ASN   tidak  kooperatif sama sekali. Namun  sebelum akhir  tahun  ini, kasus  ini harus  selesai. Kami  akan jadikanya  buronan dalam  Daftar Pencarian Orang (DPO)  dicari bersama  Kejaksaan Agung  RI,” kata Azman  Tanjung,  kepada  POS-KUPANG.COM,  Kamis  (11/7/2019) di Maumere.

Azman  Tanjung mengatakan  uang  yang dialokasikan membelanjakan barang-barang itu  telah diambil  TL dijanjikan  mendatangkan barang. Namun hingg  dua  tahun,barang   yang dibeli  tak kunjungan  diberikan.

Iban Medah Koordinasi Percepatan Pembangunan NTT dengan Pemkab Kupang

Kajari Maumere Beri Peringatan ke Kades di Sikka Soal Pemanfaatan Dana Desa

Ia  membeberka desa-desa di  Sikka   mencairkan  uang  tersebut yakni  Desa  Reroroja Rp 14  juta pembelian pemecah batu.  Desa Liakutu pengadaan alat kantor  Rp  juta, pengadaan  tenda  jadi  untuk  Desa Tanarawa  Rp   33 juta. Pembelian    laptop dan speacker   untuk  Desa Nelle  sejumlah   Rp  11.500.000. Pembelian  dua laptoop  untuk  Desa Pruda  Rp 15   juta, tenda  jadi  di   Desa  Done Rp 33  juta.  Pengadaan mebeler Rp 33  juta untuk  Desa  Bloro, pembelian  laptop di  Desa Wolorowa  Rp 5  juta.   Pembelian  laptop   dan  cadrige  di  Desa Kojadoi  Rp 11.030.000,  pembelian  meja dan kursi    Desa  Hikong    Rp 15  juta dan  bantuan modal usaha  kelompok  pemuda  desa  mandiri  di Tuanggeo, Palue  Rp  10   juta.  . (laporan  wartawan  pos-kupang.com, eginius  mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved