Komunitas Masyarakat Adat Nataia di Nagekeo akan Gelar Dhongi Koti Festival, Apa Itu?

Masyarakat Adat Nataia di Desa Olaia Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, beberapa hari ini ke depan, hanyut dalam peristiwa budaya.

Komunitas Masyarakat Adat Nataia di Nagekeo akan Gelar Dhongi Koti Festival, Apa Itu?
Intimewa
Suasana saat malam acara Koma Mua Go Laba tanda sebelum even Etu akan mulai di kampung Nataia, Desa Olaia, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Rabu (10/7/2019). 

Komunitas Masyarakat Adat Nataia di Nagekeo akan Gelar Dhongi Koti Festival, Apa Itu?

POS-KUPANG.COM | MBAY --Masyarakat Adat Nataia di Desa Olaia Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, beberapa hari ini ke depan, hanyut dalam peristiwa budaya.

Peristiwa itu adalah ritual adat Etu Nataia. Tinju Adat menurut tata cara warga setempat.

Etu (tinju) dalam nuansa adat, hingga saat ini tetap menjadi kegemaran khusus bagi para petarung muda dewasa nan perkasa.

Pada saatnya nanti, di jam-jam tertentu, akan muncul di arena, para petinju yang sudah "bernama".

Masyarakat adat setempat dan khalayak sudah punya list tersendiri. Siapa dan dari mana, akan menantang siapa dan dari mana pula.

Etu Nataia, berlangsung di depan rumah adat Suku Nataia di kampung Nataia, Desa Olaia, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, sekitar 10 km sebelum masuk Kota Mbay.

Acara ini akan digelar sejak Rabu (10/7/2019) hingga Sabtu (13/7/2019).

Di arena etu (loka etu), para petarung diperhadapkan oleh "moi babho" (negosiator) sesuai asal kampungnya.

Pelaku ritual, bapak Patrus Seo, yang juga Ketua Suku Nataia, menjelaskan bahwa memang sudah sejak lama, petinju tuan rumah Nataia, Mbay Dhawe Lape Rendu Natatoto berada di satu sisi (Loka Utara), melawan para petinju yang berasal dari Boawae, Lambo Ndora Raja Ma'u (Loka bagian Selatan).

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved