Berita Kampus

Garbage Hero FKM Undana PBL di TDM, Jadikan Sampah Bernilai Ekonomis

Mahasiswa FKM Undana Kupang melakukan intervensi persoalan sampah di RT 08 dan RT 10, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM).

Garbage Hero FKM Undana PBL di TDM, Jadikan Sampah Bernilai Ekonomis
Laus Markus Goti
Mahasiswa FKM Undana PBL di Kelurahan TDM 

Laporan POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melakukan intervensi persoalan sampah di RT 08 dan RT 10, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang.

Mahasiswa yang menyebutkan dirinya "Garbage Hero" tersebut sedang melakukan Praktek Belajar Lapangan (PBL) di Kelurahan TDM.

Anggota Garbage Hero melakukan intervensi berupa pemberdayaan pada kelompok ibu-ibu, Dharma Wangsa dengan memanfaatkan sampah anorganik seperti plastik-plastik menjadi bahan kerajinan berupa meja dan kursi.

Bangunan IGD RSUD Maumere Senilai Rp 38 Miliar Jaksa Periksa Pokja dan KTU

Selain itu, mereka juga memanfaatkan sampah organik dari sisa-sisa makanan, daun-daun kering, kulit buah dan sayuran menjadi pupuk kompos.

Ketua Kelompok PBL 5, Erika Bessie, kepada Pos Kupang, Selasa (9/7/2019), mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat Kelurahan TDM mengatasi masalah sampah.

"Masyarakat diharapkan mampu memiliki kreatifitas tinggi sehingga dapat mengelolah produksi sampah dengan baik," ungkap Erika.

Presiden Jokowi Akan Hentikan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores

Ketua Dharma Wangsa, Sarce Maakh, mengatakan dirinya sangat senang dan antusias dengan kegiatan tersebut karena memiliki banyak manfaat serta membantu mereka dalam membangun kerja sama dan kreatifitas dalam kelompok Dharma Wangsa.

Jefri Riwu Kore Tegaskan PKK Harus Mampu Tingkatkan Kualitas Organisasi Maupun Anggota

Oma Sarce begitu akrab disapa mengucapkan terima kasih karena telah diberikan pengalaman serta ilmu tentang pemanfaatan sampah tersebut. Dia berharap ke depan kegiatan tersebut terus berlanjut.

Sementara anggota Gerbage Hero, Cici, mengatakan pihaknya sudah sepakat kelompok mahasiswa "Garbage Hero" akan melakukan monitoring atau pengamatan sebulan sekali untuk melihat kegiatan lain yang dilakukan oleh ibu-ibu Dharma Wangsa dalam pengelolaan sampah.

"Kami berharap ada stake holder atau penggerak dari para ibu Dharma Wangsa, warga setempat bahkan warga Kota Kupang yang mengikuti dan melanjutkan program ini. Selanjutnya, bisa menikmati lingkungan yang bersih, sehat dan ramah," jelas Cici. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved