Bupati Paulus Akui, Perampok Menggila, Kuasai Sumba Tengah

Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Drs.Paulus SK Limu, mengaku, saat ini, aksi para perampok semakin menggila

Bupati Paulus Akui, Perampok Menggila, Kuasai Sumba Tengah
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu 

Bupati Paulus Akui, Perampok Menggila, Kuasai Sumba Tengah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | WAIBAKUL- Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Drs.Paulus SK Limu, mengaku, saat ini, aksi para perampok semakin menggila menggasak hewan piaraan masyarakat Sumba Tengah seperti kerbau, kuda, sapi, babi bahkan ternak kecil seperti kambing dan ayampun digasaknya.

Aksi para perampok yang sekali beraksi berjumlah sekitar 30-an orang itu tidak hanya berlangsung pada malam hari tetapi juga terjadi disiang hari.

Saat ini, Sumba Tengah sepertinya berada dalam kekuasaan para perampok. Kami pemerintah, kepolisian, TNI dan elemen masyarakat lainnya sepertinya tidak ada di Sumba Tengah.

Karena itu, pemerintah Kabupaten Sumba Tengah telah berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI serta elemen terkait lainnya untuk memberlakukan jam malam di Sumba Tengah. Jam malam tersebut berlaku mulai pukul 21.00 wita.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu yang didampingi Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, Sik diselah-selah acara hari ulang tahun bhayangkara ke-73 di halaman Polsek Sumba Tengah, Rabu (10/7/2019).

Menurut Bupati Sumba Tengah, Drs.Paulus SK Limu, aksi pencurian dan perampokan semakin menggila selama dua tiga bulan terakhir ini. Bahkan para perampok nekat melakukan aksi disiang bolong. Tetapi anehnya, hingga saat ini belum satupun para pelaku kejahatan itu ditangkap dan diadili sesuai proses hukum yang berlaku.

Polres Sumba Timur Lakukan Upacara HUT Bhayangkara Ke-73 di Melolo

Karena itu dihadapan Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, Sik, Bupati Sunba Tengah, Paulus SK Limu, memohon agar kepolisian Sunba Barat memberi prioritas perhatian terhadap kondisi trantibmas Sumba Tengah yang semakin mengkuatirkan itu.

Terhadap hal itu kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Erwin Thamsil, SIk menjelaskan, bahwa tidak adanya laporan masyarakat atas peristiwa pencurian dan perampokan yang menimpahnya menyebabkan kepolisian mengalami kendala teknis mengatasi kondisi itu.

Hal itu karena jumlah anggota Polres Sumba Barat yang bertugas di Sumba Tengah terbatas. Apalagi Sumba Tengah memiliki wilayah cukup luas sehingga anggota kepolisian yang bertugas tidak mampu mengawasi kondisi trantibmas di 65 desa se-Kabupaten Sumba Tengah.

Keengganan warga melapor lebih disebabkan tidak mau menjadi saksi untuk memberikan keterangan atas peristiwa pencurian dan perampokan menimpahnya.

Ali Oemar Fadaq: Almahrum Umbu Yadar Adalah Figur Pemersatu

Karena itu kepolisian Sumba Barat tetap berharap adanya sikap proaktif warga melaporkan sebuah peristiwa pencurian dan perampokan yang menimpahnya sehingga kepolisian secepat pula menanganinya. Disamping itu pihak kepolisian juga akan melakukan patroli untuk mencegah adanya aksi kejahatan menimpah warga Sumba Tengah. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved