Pencabulan Anak SD Kupang

Inilah Pandangan GMIT Soal Pencabulan Anak

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon,S.Th mengatakan perkembangan teknologi informasi menghadirkan ancaman bagi anak

Inilah Pandangan GMIT Soal Pencabulan Anak
pos kupang.com, maria ae toda
Ketua Sinode GMIT Pdt. Mery Kolimon 

Karena itu, lanjutnya,
pemerintah, lembaga agama (termasuk gereja), lembaga pendidikan (sekolah) dan semua pihak terkait perlu ada tanggung jawab untuk mencegah masalah pencabulan.

Dia mengatakan, diperlukan pendidikan nilai dalam keluarga, dalam gereja/masjid, dan dalam masyarakat mengenai harkat dan martabat manusia (perempuan dan laki-laki) yang mesti dihargai.

"Kekerasan seks lahir dari tidak adanya penghargaan hak asasi manusia, serta timpangnya relasi antara laki-laki dan perempuan, akibat ketidakadilan dan ketidakseteraan jender," ujarnya

Laporan Sempat Ditolak, Eks Komandan Tim Mawar Kembali Laporkan Majalah Tempo

Ketua MUI NTT, H. Abdul Makarim mengatakan,
masalah percabulan yang marak akhir-akhir ini disebabkan karena terlalu bebas dalam cara bergaul.

"Generasi sekarang cara bergaul mengikuti perkembangan teknologi digital yang tidak terkontrol dengan baik," kata Makarim.

Menurut Makarim, salah satu cara mencegah adalah dengan membatasì pergaulan sesuai aturan agama masing-masing.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved