Ingin Pertumbuhan Ekonomi NTT Melonjak? Begini Triknya

Setiap triwulan Bank Indonesia telah secara rutin mengeluarkan kajian ekonomi dan keuangan regional. Pertumbuhan ekonomi di triwulan I cukup baik.

Ingin Pertumbuhan Ekonomi NTT Melonjak? Begini Triknya
POS KUPANG/YENY RACHMAWATI
KPw BI NTT dan OJK NTT menggelar acara Santai-Santai Omong Dengn Media (Sasando Dia), di KPw BI, Selasa (972019). 

Ingin Pertumbuhan Ekonomi NTT Melonjak? Begini Triknya

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Setiap triwulan Bank Indonesia telah secara rutin mengeluarkan kajian ekonomi dan keuangan regional. Pertumbuhan ekonomi di triwulan I cukup baik.

Dimana NTT tumbuh di atas level nasional. Berdasarkan ekspos dari BPS menunjukkan bahwa pada Juni kemarin NTT mengalami inflasi di bulan Mei pada bulan Juni mengalami deflasi dan ini menunjukkan bahwa harga-harga sudah mulai menuju keseimbangan.

"Namun tentunya kita tidak boleh lengah, yang tetap harus waspada terutama terkait dengan inflasi nanti di akhir tahun. Bagaimana kalau di akhir tahun itu kebutuhan-kebutuhan saudara-saudara kita yang merayakan Natal dan tahun baru ini perlu kita antisipasi dan bekerja lebih keras lagi agar target inflasi kita yang di angka 2,9% pada tahun perkiraan kita pada tahun 2019 bisa tercapai," ujar Kepala KPw BI NTT, Naek Tigor Sinaga, Selasa (9/7/2019).

Untuk itu, kata Tigor, harus dicari alternatif lain, misalnya dari Pariwisata. Bagaimana pariwisata didorong menjadi transfer untuk pertumbuhan ekonomi baru.

"Kita Konsepkan ini bukan hanya dimiliki oleh Gubernur namun juga bapak Presiden itu sangat terkait dengan bagaimana pariwisata ini bisa kita kembangkan dengan menciptakan 10 Bali baru dan 4 destinasi prioritas.

Sebagaimana kita ketahui di proyek tersebut ada di Danau Toba Sumatera Utara, Mandalika, ada di Borobudur dan yang terakhir adalah di Labuan Bajo," tuturnya.

BREAKING NEWS: Dijanjikan Jadi Tenaga Kontrak, Empat Warga Kelapa Lima Tertipu Jutaan Rupiah

Gigitan Anjing di Sikka Makin Tinggi, Vaksin Anjing Terbatas

BPBD Sumba Barat Daya Segera Turunkan Tim Pantau Kekeringan

Namun, kata Tigor, tidak hanya terfokus di Labuan Bajo tetapi banyak destinasi-destinasi wisata. Misalnya Pulau seribu di Flores yang apabila dikembangkan menjadi destinasi wisata yang sangat menarik.

Di sana terkenal dengan rumput laut. Jadi bisa dikembangkan masyarakat di sana untuk membudidayakan rumput laut, pengolahan dan langsung diproduksi. Karena banyak orang, misalnya dari Jakarta yang mungkin tidak tahu bagaimana cara membudidayakan rumput laut, pengolahan dan oleh-olehnya.

"Saya rasa ini merupakan salah satu yang sangat menarik. Kita harus optimis dengan pengembangan pariwisata apabila digerakkan otomatis sumber perekonomian baru dan bisa bertumbuh lebih melonjak lagi, dengan melibatkan sumber daya yang ada," ujarnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved