Berita Religi

Alumni Asrama Stela Maris Bertemu Kangen, Ini Yang Dilakukan

Puluhan ibu-ibu terlihat sedang bersenda gurau dan saling membagi pengalaman di Aula Asrama Putri Stela Maris Naikoten 2 Kupang.

Dokumentasi Alumni
Para alumni Asrama Putri Stela Maris Naikoten 

Menurutnya, pada reuni perdana tersebut jumlah semua anggota yang hadir sebanyak 49 orang, tetapi ada yang berhalangan sehingga ada yang hanya meminta kostum.

"Kami sebenarnya ada banyak orang dari total anggota asrama saat itu. Angkatan I sebanyak 86 orang, angkatan II sebanyak 70 orang, dan angkatan III sebanyak 90 orang," katanya.

Menurut Helena, dalam reuni perdana, mereka melakukan beberapa kegitana selama tiga hari.

Hari pertama, sharing pengalaman, hari kedua nanti di CFD, selanjutnya ziarah ke makam Uskup Gregorius Monteiro di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, ziarah Taman Doa Yesus Maria Yosep Oebelo, makan siang di Raknamo dan pulang refrehing di Pantai Oesapa menikmati sunset dan istirahat.

Para alumni Asrama Putri Stela Maris saat misa di Gereja St.Yosep Naikoten
Para alumni Asrama Putri Stela Maris saat misa di Gereja St.Yosep Naikoten (Dokumentasi alumni)

"Kami menginap di Hotel Cahaya Bapa untuk mengenang aktivitas di seputaran Asrama Stela Maris saat remaja, semacam napak tilas bahwa dulu kami sangat aktif di gereja.

Ini Alasan Warga Desa Pocong Desak Pemerintah Perhatikan Jembatan Menge

Hari ketiga tanggung koor misa kedua dan puncak acara di kediaman panitia di Liliba, mengundang tetangga dan ramah tamah bersama, selanjutnya kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Sementara Dr. Intje Kleden, salah satu anggota asrama tahun 1987, mengatakan, banyak hal positif yang didapatkan dari kehidupan di asrama suster.

Dia mengatakan, setelah keluar dari Asrama Stela Maris, rata- rata menjadi orang sukses.

"Kami perlu berkumpul kembali untuk saling menguatkan dan bisa membantu anak-anak, dan adik-adik di sini dengan baik. Ada banyak hal yang kami petik dari Asrama Stela Maris, terkait kebersamaan, persaudaraan, belajar berorganisasi, belajar memahami orang lain, dan spiritual.

Reuni, katanya, agar bisa saling mengisi karena sekian lama tahun tidak bertemu dan saat ini melakukan sharing apa saja yang bisa bermanfaat di tempat kerja, keluarga dan masyarakat.

Dia berharap, asrama Stela Maris tidak boleh ditutup dan semakin banyak anak yang tinggal di sini. (*)

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved